Ke China, Dahlan Iskan tanpa Kawalan Polisi

URABAYA (Realita) - Terdakwa perkara dugaan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), BUMN Pemprov Jawa Timur, Dahlan Iskan, akhirnya bisa berobat ke Tiongkok untuk tranplantasi hatinya. Mantan Menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu terbang ke negeri Tirai Bambu dengan dikawal seorang jaksa.
Kepala Kejari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Penjelasan orang nomor satu Kejari Surabaya itu menyebutkan, Dahlan Iskan berangkat ke Tiongkok pada Selasa lalu. "Selasa lalu Dahlan Iskan berangkat berobat. Dia didampingi kerabatnya dan dikawal Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Roy Rovalino," jelas Didik, Jumat (6/1/2017).
Pengawalan Dahlan, lanjut Didik, tidak mengikutsertakan petugas Kepolisian. Menurutnya, proses administrasi yang yang dilakukan lumayan panjang. "Kalau menyertakan polisi izinnya juga harus ke Mabes Polri. Jaksa juga sudah siap melakukan pengawalan," katanya.
Proses pemeriksaan kesehatan Dahlan, terang mantan jurnalis itu, butuh dilakukan secara cepat karena dibatasi waktu sidang. Sesuai penetapan hakim, Dahlan hanya diberi waktu sepuluh hari dan harus sudah hadir di persidangan lanjutan pada 13 Januari 2017 nanti. "Saya masih menunggu laporan dari Kasipidsus sampai hari apa kembali ke Indonesia," tandas Didik.
Sejatinya, Dahlan tidak bisa keluar dari Kota Surabaya karena berstatus tahanan kota. Dia juga dicekal ke luar negeri. Itu jadi hambatan bagi dia melakukan pemeriksaan berkala untuk transplantasi hatinya di Tiongkok. Mantan Direktur Utama PT PLN itu lalu mengajukan permohonan izin berobat ke luar negeri dan dikabulkan hakim.
Dahlan diperbolehkan hakim berobat ke luar negeri usai sidang putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Tipikor Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu. Pihak Dahlan mengapresiasi keputusan hakim itu. "Itu untuk kepentingan pengadilan sendiri. Karena untuk lancarnya pemeriksaan tergantung kondisi kesehatan Pak Dahlan juga," kata Agus Dwi Harsono, pengacara Dahlan.
Untuk diketahui, Dahlan Iskan berstatus tahanan dan dicekal ke luar negeri sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 27 Oktober 2016 lalu. Sempat ditahan di Rutan Medaeng, dia beralih jadi tahanan kota empat hari kemudian setelah kesehatannya memburuk berada di dalam tahanan. Sejak itu pula dia kesulitan berobat ke luar negeri untuk transplantasi hatinya.
Dahlan Iskan didakwa jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan pelanggaran pidana korupsi pada penjualan aset PT PWU, BUMD Pemprov Jatim. Penjualan dilakukan pada tahun 2003 semasa Dahlan jadi Dirut PT PWU. Oleh jaksa, Dahlan didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.ali