Kejagung Upayakan Bantuan Hukum WNI di 5 Negara

JAKARTA (Realita)- Kejaksaan Agung (kejagung) usulkan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk penambahan atase hukum untuk 5 negara, di antaranya Belanda, Amerika Serikat, Singapura, Australia dan Malaysia.
“Sebelumnya kita sudah ada atase hukum di KBRI Hongkong, Thailand, dan Riyadh, kita usulkan pendirian di KBRI untuk Belanda, AS, Singapura, dan Malaysia,” kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung, Chairul Amir di Jakarta, Jumat (30/12/2016).
Hal tersebut disampaikan berdasarkan pertimbangan mengingat di lima negara tersebut banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan berbisnis serta mengantisipasi adanya kejahatan perdagangan manusia.
Kerjasama dilakukan untuk memberikan bantuan hukum kepada WNI jika mendapatkan permasalahan hukum baik bisnis, pidana, perdata, termasuk masalah perdagangan orang. Sehingga kepentingan hukum WNI itu terkakomodir.
Paling utama pendirian atase hukum di lima negara tersebut, setidaknya bisa menyelamatkan muka Bangsa Indonesia.
Saat ini, kata dia, usulan itu tengah diproses oleh kemenlu. “Diharapkan secepatnya dapat terealisasikan,” katanya.
Di bagian lain, ia menyebutkan Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung selaku jaksa eksekutor sepanjang 2016 telah mengekstradisi terhadap tiga warga negara asing.
Ketiga warga negara asing itu, Mohammad Naghi Karimi Azar, WN Iran ke Australia pada Rabu (28/9), pukuk 17. 00 WIB, terkait permasalahan hukum diantaranya menyelundupkan orang ke negara tersebut.
Kemudian, buronan Interpol Amerika Serikat, Lim Yong Nam, Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura terkait kepemilikan bahan kimia untuk peledak, serta Samuel Pekka Juhani Kuuppo diekstradisi (penyerahan tersangka) Pemerintah Australia terkait kasus pelecehan seksual. hrd