Kejari Sikapi Rastra dan Rastrada Dinsos Kota Kediri

KEDIRI (Realita)- Pendataan Rastra dan Rastrada dari Dinas Sosial Kota Kediri yang semrawut , disikapi oleh kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, supaya dalam pendistribusianya nanti tidak menjadi gejolak masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Supriyadi, Kasi Intel Kejari kota Kediri.
Dalam keteranganya Supriyadi mengatakan jika program pemerintah tersebut sangat bagus dan diharap pihak Dinsos Kota Kediri nanti dapat bekerja proporsional dalam hal pendistribusianya.

"Pihak kejaksaan berharap agar pihak Dinsos bekerja sesuai prosedur yang ada," ungkap Supriyadi Jumat (21/04) saat berada di ruanganya. Lebih lanjut Supriyadi menjelaskan , jika program Rastrada yang saat ini sudah dilelang , pihak Dinsos memang sudah mengklarifikasi pada kejaksaan terkait tumpang tindih data penerima dan meminta pendampingan dalam program tersebut.

" Pihak Dinsos sudah klarifikasi ke kejaksaan dan minta pendampingan," kata Supriyadi. Pesan kejaksaan Pada dinsos jangan sampai dalam pendistribusian nanti ada penerima yang dobel.
Untuk diketahui dalam pemberitaan sebelumnya dituliskan, penanganan bantuan dari pemerintah pusat berupa beras untuk rakyat dari Dinas Sosial kota Kediri, semrawut pendataanya. Pada bulan april 2017, sebanyak 7869 keluarga Penerima manfaat (KPM) non PKH belum menerima bantuan pangan nontunai berupa beras sejahtera, keterlambatan ini disebabkan adanya kesamaan data penerima manfaat di Rastra Bantuan Pusat dan Rastrada dari Kota kediri. Sehingga pihak Dinas Sosial harus kembali memverifikasi ulang data tersebut. Namun lelang Beras sudah dilakukan.
Dan saat ini, Dinas Sosial Kota Kediri telah melakukan proses lelang beras sejahtera daerah dengan data penerima sebanyak 2326 KPM. Hal tersebut yang membuat Dinas Sosial kebingungan, karena dalam aturan tidak diperbolehkan satu KPM menerima dobel.aka