Kendaraan Milik Orang Bayaran dari BNM, Akhirnya Diambil

MOJOKERTO (Realita) - Belasan kendaraan roda dua yang kendarai orang bayaran dan menjadi sasaran amuk warga saat kericuhan terjadi di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, akhirnya diambil pemiliknya, Jum'at (7/4/2017). Tak sedikit, kondisi sepeda motor  tersebut mengalami kerusakan.
Namun, untuk mengambil sepeda motor yang diamankan di balai Dusun Medali, warga meminta para pemilik yang diwakili perantara harus membuat surat pernyataan. Kendati di balai dusun terdapat 14 motor dan satu mobil pickup yang gunakan orang bayaran mendatangi Medali saat itu. Warga tetap menahan satu motor matic dan satu unit mobil pickup.
Warga beralasan, jika pemilik motor matic jenis Vario itu diduga dikendarai koordinator pengerahan massa saat kericuhan terjadi pada Rabu (5/4). "Khusus satu motor Vario dan Pickup ini, masih ditahan warga. Karena, mayoritas warga disini menduga jika kendaraan matic dan pickup milik koordinator orang bayaran yang menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Farid, salah satu warga Medali sembari menunjukan surat pernyataan bermaterai 6000.
Menurutnya, pengambilan sepeda motor milik para pemuda yang nyaris dimassa warga Medali dan sekitarnya, disaksikan Kepala Desa para pemilik motor dan anggota Bhabinkamtibmas. "Saat penyerahan sepeda motor sebanyak 14 unit milik warga Ketapang, tadi juga ada Kades Mojolebak dan anggota Bhabinkamtibmas dari tempat tinggal pemilik motor," ujar pria yang juga pimpinan Ishari Kabupaten Mojokerto ini.
Setelah sepeda motor diambil dari balai Dusun Medali dan diangkut kendaraan truk. Ratusan warga yang didominasi ibu- ibu pun bersorak ketika truk yang mengangkut sepeda meninggalkan balai Dusun Medali. Sedangkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah tokoh warga dan pemuda memberikan pengawalan. Sebab, rute yang dilalui melewati 4 posko dan satu portal. Hal itu lakukan, untuk memberikan kelancaran dan terbebas dari penghadangan warga yang standby di posko. ujeck