Kepergok Pesta Sabu, Kakek Djumal Diadili

SURABAYA (Realita) - Kakek berumur setengah abad ini, bukannya memperbanyak ibadah, malah berpesta sabu. Akibatnya, dia diadli di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (11/1/2016).

Djumal (51), warga Jl Kalimas Baru, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan meja hijau PN Surabaya, karena terbelit  perkara penyalahgunaan narkotika tanpa izin.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siksa Kristina dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, kakek berumur setengah abad ini, diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara karena terbukti membawa narkoba jenis sabu, yang hendak akan dikonsumsi bersama Riko (DPO).

Namun apesnya, terdakwa ditangkap oleh petugas Polsek Pabean Cantikan di rumahnya usai membeli narkotika jenis sabu yang hendak di pakai bersama Riko (DPO).

"Terdakwa mengajak Riko (DPO) untuk pesta sabu. Mereka membeli dengan cara patungan. Terdakwa sendiri patungan uang Rp 50 ribu, dan sisanya uang dari Riko", terang JPU Siska dalam membacakan dakwaannya.

"Terdakwa membeli sabu kepada Bandar bernama Gepeng (DPO) di Jl Hangtuah seharga Rp 150. Sepulang membeli kristal putih tersebut,  petugas menangkapnya dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan plastik putih di saku celananya seberat 0,24 gram," tambah JPU Siska.

Ketua majelis makim Sigit Sutriono, menegaskan perihal dakwaan JPU tidak dibantah oleh terdakwa. "Sudah dengar dakwaan jaksa, apa itu benar", tanya hakim terhadap terdakwa dan dijawab dengan anggukan.

Atas perbuatannya,  terdakwa dijerat pasal 112 stay (1) undang-undang no 35 tahun tentang Narkotika dan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.ys