Khawatir Korban Kesulitan Cari Kerja dan Jodoh, Data E Pasung Tidak  Dipublish

SURABAYA (Realita)- Penderita gangguan jiwa psikotik di Jawa Timur pada tahun 2016 menurun. Sampai awal Agustus, jumlah penderita yang tercatat mencapai 712 orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 2.179 penderita.

"Jadi sebanyak 712 penderita itu sudah terekam dalam data e pasung. Alhamdulillah sekarang sudah menurun," kata kepala Dinas Sosial Jawa Timur Sukesi.

Dia mengatakan, dengan data e pasung itu, pihaknya bisa memetakan wilayah dan terus memantau perkembangan penderita gangguan jiwa di Jawa Timur agar bisa cepat mendapatkan penanganan.

“Data e-pasung ini tidak di-publish karena menjaga psikologi korban. Karena stigma masyarakat selama ini seringkali memojokkan korban, sehingga berpengaruh pada kehidupan korban,” katanya.

Dijelaskannya, pihaknya memang tidak mempublish data e pasung agar setelah sembuh, mantan penderita gangguan jiwa bisa diterima masyarat."Kalau ada yang tahu orang tersebut pernah mengalami gangguan jiwa, bisa jadi mereka akan kesulitan mencari pekerjaan maupun jodoh, karena stigma negatif dari masyarakat,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, program e-pasung ini berbasis internet, data korban pasung dan psikotik tercatat by name, by addres, by photo dan by assasement. Semuanya terdata lengkap.pras