Kompak, Bapak Anak Tipu Pengusaha hingga Miliaran

SURABAYA (Realita) - Helito Jonggro alias Abraham dan sang anak Ervan Anugrah (berkas terpisah) termasuk keluarga "kompak". Ayah dan anak ini kompak melakukan penipuan, hingga kompak juga menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (2/6/2016)

Dalam kasus tindak pidana penipuan dalam jumlah miliaran rupiah ini, anehnya terdakwa tidak ditahan dengan alasan punya penyakit. Sementara ini korban yang ditipu oleh terdakwa Abraham dan Ervan anaknya ada 4 orang. Mereka adalah H. Farok, Steven, Rio dan Andrias.

Akibat perbuatannya, Jaksa Penuntut Umum Hari SH, dari Kejaksaan Tinggi Jatim menjerat bapak adan anak ini dengan pasal 378 KUHP tentang tindak penipuan.

Kasus ini berawal dari H. Faroq yang sebelumnya mencari tukang vandel (bendera kecil diberi umbai-umbai sekelilingnya bertuliskan nama sesuatu organisasi / kelompok / lembaga digantungkan pada tiang pancang kecil. Biasanya digunakan untuk kenang-kenangan pada suatu peristiwa yang dianggap penting). Vandel itu dipakai untuk kelengkapan pembagunan mall, hotel dan water boom di Bondowoso. Faroq pun menemukan Helito alias Abraham sebagai tukang vandelnya. Di saat itulah Abraham masuk dalam PT Gumuk Mas milik, H Faroq sebagai Direktur Utama.

Sebelum masuk di PT. Gumuk Mas, terdakwa mengaku pernah membangun proyek terminal juanda II. Disaat itulah korban tertarik dengan kinerjanya. Tidak lama kemudian, Faroq dan Abrahan membuat perjanjian kerja sama dengan nilai H. Faroq 70% sedangkan terdakwa 30%.