Kopertis VII : Ijazah Unirow Tidak Sah

TUBAN (Realita)- Keraguan sah-tidaknya ijazah yang dikeluarkan Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban akhirnya terjawab. Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jawa Timur menyatakan, Surat Tanda Tamat Belajar keluaran Perguruan Tinggi (PT) milik YLP PGRI Tuban itu tidak sah.

Dalam jumpa pers selepas audiensi dengan seluruh civitas akademika Unirow Tuban, Rabu (26/8/2015), Sekretaris Pelaksana Kopertis VII, Prof. Dr. Ali Maksum, menjelaskan, tim evaluasi Dikti menemukan banyak kejanggalan dalam proses perkuliahan yang dijalankan Unirow.

" Standart-nya Sarjana Strata 1 (S1) itu minimal harus menyelesaikan 140 sks. Tapi banyak yang baru dapat 12 sks sudah dinyatakan lulus. Karena itu kami bekukan Unirow dan kami nyatakan ijazah yang dikeluarkan tidak sah," terang Ali Maksum.

Ali Maksum menyadari penetapan tidak sahnya Ijazah Unirow itu, menimbulkan efek sosial dan psikologis luar biasa. Terlebih banyak dari lulusan tersebut sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan telah mendapat penyesuaian golongan. Karena itu, pihaknya tetap memberi toleransi agar tidak timbul gejolak baru, tanpa harus mengabaikan aturan.

" Kami akan cek ulang data yang ada di forlap Dikti dan data yang tersimpan di file Unirow. Kalau lulusan bersangkutan sudah sesuai syarat, sudah menyelesaikan minimal 140 sks, ya kita nyatakan sah ijazahnya. Yang belum sampai 140 sks kita sarankan agar menyelesaikan sisa beban sks," kata Ali Maksum.

Ali Maksum memberi batas waktu Unirow menyelesaikan semua masalah yang melilitnya maksimal 31 Agustus depan. Ali Maksum berharap pihak Unirow bisa memenuhi dead line waktu tersebut, agar bisa kembali aktif. Namun, kendati statusnya nanti bisa kembali aktif, program-program studi (Prodi) yang belum memenuhi standart akreditasi tetap haram dibuka.

Rektor Unirow, Dr. H. Hadi Tugur, M.Pd, M.M, sendiri terhitung 25 Agustus kemarin dudah tidak lagi menduduki jabatannya. Wakil Sekjen PGRI Pusat tersebut terpaksa menanda tangani pengunduran dirinya setelah didesak ribuan mahasiwanya. Tampuk kepemimpinan PTS terbesar di Tuban yang semula bernama IKIP PGRI Tuban tersebut saat ini diserahkan Pembantu Rektor I, Marita Joesidawati, S.T, M.Si.

Sayang, dalam audiensi yang dihadiri seluruh civitas akademika Unirow, wali mahasiswa dan Kopertis VII itu Marita tidak hadir. Kendati demikian, pengurus Perkumpulan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT) PGRI Tuban percaya Marita mampu mengisi masa transisi dan melaksanakan tugasnya hingga rektor baru terpilih. bek