Kulakan HP Gak Bisa Bayar, Pengusaha Disidang

SURABAYA (Realita) - Persidangan kasus penggelapan uang pembelian ratusan Handphone dengan terdakwa Rio Adi Pranata, digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (11/1/2017).

Dijelaskan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sumantri SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, warga Puri Mojopahit Blok E-712 Mojokerto itu, dilaporkan rekan bisnisnya Andy Wijaya, pemilk Wahyu Celuler Jaya WTC Galeria lantai II No.819 Jalan Pemuda Surabaya, atas tindak pidana penggelapaan uang yang dilakukan.

Penggelapan tersebut dilakukan sekitar bulan Juni 2015, bertempat di counter Wahyu Celuler Jaya WTC Galeria lantai II No.819 Jalan Pemuda Surabaya. Akibatnya, Andy Wijaya  menderita kerugian mencapai Rp 200.784.000.

Diketahui, terdakwa Rio Adi Pranata mempunyai usaha di bidang jual beli Handphone. Selanjutnya terdakwa berkenalan dengan saksi Andy Wijay,a pemilik dari Counter Handphone Wahyu Celuler Jaya WTC Galeria lantai Surabaya.

Dari perkenalan itu kemudian terdakwa memesan ratusan unit Handphone kepada saksi Andy Wijaya. Selanjutnya dari pihak Wahyu Celuler Jaya pada sekira bulan Juli 2015 mengirim beberapa Handphone kepada terdakwa yaitu :

Tanggal 13 Juli 2015 Handphone merk Evercoss type A33A sebanyak 40 unit, type A74C sebanyak 70 unit, type ATIA sebanyak 8 unit, type C-5 sebanyak 20 unit, type G7T sebanyak 20 unit dan type V-2 sebanyak 80 unit, (Retur handphone sebanyak 100 unit).

Tanggal 14 Juli 2015 Handphone merk Evercoss type ATID sebanyak 100 unit.

Tanggal 15 Juli 2015 Handphone merk Evercoss type A33A sebanyak 20 unit, type A53 sebanyak 20 unit dan type V16 sebanyak 40 unit.

Tanggal 22 Juli 2016 Handphone merk Evercoss type Gamepad V245 sebanyak 15 unit, type A33A sebanyak 40 unit, type A75W sebanyak 10 unit dan type TC2 sebanyak 10 unit.

Tanggal 24 Juli 2016, Handphone merk Evercoss type A53B sebanyak 40 unit dan A53 sebanyak 20 unit. 

Tanggal 25 Juli 2016 Handphone merk Evercoss type A12B sebanyak 30 unit dan type AT7A sebanyak 10 unit.

Bahwa terdakwa Rio Adi Pranata sudah melakukan pembayaran terhadap pembelian Handphone tertanggal 13 Juli 2015 sebesar Rp.67.550.000,-, sedangkan untuk pembelian handphone tertanggal 14 Juli 2015 sampai dengan 25 Juli 2015, belum pernah dilakukan pembayaran sama sekali,. Padahal semua handphone itu sudah terjual semua.

Lalu, dari Wahyu Celuler Jaya melakukan penagihan terhadap terdakwa, akan tetapi tidak dapat dapat melakukan pembayaran tagihan tersebut, sehingga pihak Wahyu Celuler Jaya melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya, akibat  mengalami kerugian materi sebesar Rp.200.784.000.

Atas perbuatannya terdakwa dijerat pasal 372 KUHP. Tentang penggelapan, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun penjara.ys