Laga Tandang, MU Ditahan Anderlecht

BRUSSELS (Realita)- Bermain pada laga perempat final leg pertama Liga Europa di Stadion Constant Vanden Stock, Brussels, Manchester United harus menerima kenyataan bahwa tuan rumah Anderlecht tidak bisa ditaklukkan begitu saja. Pada laga yang dihelat Jumat (14/4) dini hari WIB, kedua tim bermain imbang 1-1.

United unggul lebih dahulu pada menit ke-36 melalui Henrikh Mkhitaryan. Sementara itu, tuan rumah berhasil membalas pada menit ke-85 lewat sundulan Leander Dendoncker.

Meski gagal menang, United setidaknya punya tabungan satu gol tandang sebelum menjalani leg kedua di Old Trafford pekan depan.

***

Perjudian besar dilakukan Jose Mourinho dengan tidak memainkan jimat terbaru Manchester United, Marouane Fellaini, pada laga ini. Posisi pemain berambut kribo itu menjadi milik wakil kapten Michael Carrick.

Selain Fellaini, pemain "hoki" United lain, Luke Shaw, juga tidak masuk pada daftar starting XI. Kembalinya Antonio Valencia di posisi bek kanan membuat Matteo Darmian harus kembali ke kiri sekaligus menggeser Shaw ke bangku cadangan.

Selain ketiadaan Fellaini dan Shaw, Mourinho juga memilih Jesse Lingard ketimbang Ander Herrera. Keberadaan Lingard itu membuat Paul Pogba harus bermain sebagai satu dari dua poros ganda bersama Carrick. Sementara itu, tempat Pogba sebagai gelandang serang kali ini jadi milik Henrikh Mkhitaryan yang biasanya bermain dari sisi kanan.

Sementara itu, menghadapi United yang bermain dengan formasi dasar 4-2-3-1, tuan rumah Anderlecht pun memainkan pakem serupa. Jagoan Belgia itu dikapteni oleh gelandang belia, Youri Tielemans.

Pertandingan berjalan dengan tempo sedang dan cukup terbuka. Kedua tim mencoba untuk saling menyerang sejak awal meski upaya mereka tidak bisa dibilang berhasil. Pasalnya, sampai menit ke-15, hanya ada satu upaya mencetak gol yang dibuat oleh kedua tim. United sendiri lebih dominan dalam hal penguasaan bola, tetapi upaya tunggal itu merupakan milik Anderlecht.

Baru setelah itu, United mampu beberapa kali membongkar pertahanan tuan rumah. Dua peluang emas sekaligus sempat didapatkan "Setan Merah" lewat Zlatan Ibrahimovic dan Jesse Lingard. Sayang, tendangan Ibra masih dapat diselamatkan Ruben Martinez, sementara sontekan Lingard menghantam tiang gawang.

Variasi serangan United pun ditambah. Jika sebelumnya mereka lebih banyak mengandalkan umpan-umpan pendek dan penetrasi individual, Marcus Rashford dkk. kemudian mencoba pula membombardir kotak penalti tuan rumah dengan umpan-umpan silang.

Gol United yang dicetak Mkhitaryan pun berasal dari situasi itu. Lewat sebuah umpan silang akurat, Marcus Rashford mampu memaksa Martinez melakukan penyelamatan sulit. Namun, bola muntah tepisan Martinez mampu disambar Mkhitaryan yang berdiri bebas di dekat gawang.

Secara umum, meski dominan di atas kertas dan unggul di papan skor, permainan United sebenarnya masih jauh dari harapan.

Berada dalam posisi tertinggal, Anderlecht menggebrak pada awal-awal babak kedua. Mengandalkan umpan-umpan lambung dan tusukan dari sayap, mereka berhasil membuat empat upaya mencetak gol dalam sepuluh menit pertama.

Namun, semuanya dapat digagalkan oleh pemain-pemain belakang United yang tampil sigap. Sampai saat itu, tidak ada satu pun upaya Anderlecht yang mengarah ke gawang Sergio Romero karena segala upaya mereka berhasil diblok para pemain bertahan tim tamu.

Pada menit ke-75, Jose Mourinho memutuskan untuk mengendurkan tekanan untuk menjaga keunggulan saja. Oleh karena itu, dia pun memasukkan Fellaini dan menarik keluar Rashford yang belakangan kerap dikasari pemain bertahan Anderlecht.

United setelah itu sempat menciptakan beberapa peluang lewat Marouane Fellaini dan Paul Pogba. Namun, kesigapan Ruben Martinez mampu mencegah The Red Devils mencetak lebih banyak gol.

Terus-terusan gagal, United justru kecolongan lewat gol Leander Dendoncker. Memanfaatkan umpan silang bek kiri Ivan Obradovic, gelandang 21 tahun itu sukses memenangi duel udara dengan Darmian dan menjebol gawang Romero. Hasil imbang pun akhirnya harus puas diterima kedua tim.par