LIPI Kembangkan Teknologi Pengembangan Susu

JAKARTA (Realita) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesai (LIPI) melalui program Meat-Milk Pro mendesain unit pengolahan susu yang dilengkapi dengan laboratorium dan ruang kelas.

"Unit pengolahan susu ini bukan hanya untuk memroduksi susu olahan terstandar, tetapi juga digunakan sebagai tempat riset dan pembelajaran teknologi pengolahan susu," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Enny Sudarmonowati melalui keterangan persnya kepada Realita.co, sesaat lalu.

Tak hanya itu, Enny mengaku, pemrosesan susu ini juga berfungsi sebagai inkubator teknologi pengolahan susu yang menghasilkan paket-paket teknologi dan produk susu pasteurisasi, yogurt dan keju yang diintegrasikan dengan program Biovillage.

Biovillage sendiri merupakan proyek percontohan kawasan terpadu yang menggabungkan pertanian/pangan, pakan, pupuk dan energi. Biovillage kata Enny ditujukan sebagai etalase hasil riset di Kedeputian IPH LIPI yang diintegrasikan dengan konsep zero waste. Enny berharap, konsep ini kedepannya dapat direplikasi di daerah lain.

Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Bambang Sunarko menjelaskan bahwa, beberapa produk atau teknologi yang ditampilkan di kawasan Biovillage LIPI adalah teknologi sederhana yang mudah diadopsi dan direplikasi.

"Beberapa kegiatannya saat ini yaitu pengelolaan sapi, teknologi pengolahan susu, teknologi produksi pakan segar, awetan dan probiotik ternak, teknologi produksi biogas dari limbah peternakan, budidaya dan produksi pangan organik hingga menjadi produk olahan, dan teknologi produksi pupuk hayati berbasis mikroba unggul lokal,” kata Bambang.

Selain itu lanjutnya, ada juga teknologi pengolahan limbah organik menjadi kompos, teknologi pengolahan limbah kantor (kertas dan plastik), peternakan lebah madu di bawah tegakan tanaman buah koleksi, produksi bibit unggul buah tropis dan tanaman penghijauan, dan pengelolaan taman atau kebun edukasi plasma nutfah, seperti taman kupu, plasma nutfah buah, dan domestikasi hewan opossum.

"Kawasan ini diharapkan dapat menjadi tempat pendidikan bagi masyarakat umum sekaligus sebagai tujuan wisata edukasi,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan Biovillage, Enung Sri Mulyaningsih menambahkan, kawasan Biovillage dibagi dalam tiga zona. "Tahun 2016 merupakan tahun ke-2 dari lima tahun pembangunan kawasan Biovillage, dan fokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antara satu kegiatan dengan kegiatan lain, khususnya di zona satu. Pada tahun ini pula menurut Enung, pengoperasian unit pengolahan susu secara terstandar akan dimulai.bhs