Marketing Asuransi Larikan Uang Nasabah

SURABAYA (Realita) - Unit Reskrim Polsek Tegalsari akhirnya berhasil menangkap Dodiet Indraswanto (56), marketing asuransi yang jadi DPO (Daftar Pencarian Orang). Dia diburu polisi usai melarikan uang nasabahnya senilai Rp 32 juta. Setelah sempat buron dua minggu, Dodiet diringkus ketika bersembunyi di kediamannya jalan Semolowaru.

Polisi memutuskan untuk menjadikan Dodiet DPO setelah seorang nasabah asuransi bernama Ikhasanudin Fadhillah lapor ke Polsek Tegalsari. Dia melaporkan sudah ditipu pegawai asuransi terkenal di Surabaya. Uang pendidikan untuk anaknya diketahui raib digondol pelaku.

Dari laporan itu, polisi melakukan pelacakan. Mulai dari alamat, nopol motor, hingga nomer handphone di-tracking. "Kami kesulitan karena semua data yang ada itu palsu. Nomer handphonenya juga tidak aktif," kata Panitreskrim Polsek Tegalsari Ipda Zainul Abidin, Sabtu (10/12/2016).

Nah, tak menyerah polisi menggunakan pendekatan lain. Korps berseragam cokelat menyebar informan di sekitar kediaman Dodiet Jalan Semolowaru. Ditunggu-tunggu, teknik sebar informan akhirnya berhasil.

Sekitar pukul 23.00 Wib, jumat (9/12/2016) malam, Dodiet terlihat mengendap-endap pulang ke rumah. Dengan memakai jaket tebal, wajah ditutup masker, dia masuk ke rumahnya saat itu. "Meskipun wajahnya tidak terlihat, tapi ciri-ciri fisiknya sudah kami catat. Setelah benar itu pelaku yang dicari, malam kemarin kami melakukan penyergapan," terang Abidin.

Dodiet tak sempat melawan saat polisi mendobrak dan menangkapnya. Barang bukti KTA Jasa Asuransi tempatnya bekerja disita. "Uang hasil kejahatan sudah habis dipakai pelaku," lanjut mantan anggota Jatanras Polrestabes Surabaya itu.

Abidin mengatakan saat beraksi, pelaku memanfaatkan profesinya sebagai marketing asuransi. Pelanggannya ditawari produk-produk milik asuransi tersebut. "Tapi saat penawaran deal, uang premi korban tiap bulan tidak disetor. Masuk ke kantong pelaku sendiri," jelas Abidin.

Kepada polisi, Dodiet mengaku baru satu nasabah saja yang ditipunya. Uang senilai Rp 32 juta merupakan akumulasi dari setoran tiap bulan nasabahnya. "Dia tidak curiga selama setahun terakhir uangnya saya pakai. Keterusan akhirnya sampai 2 tahun," bebernya.

Dodiet mengaku terpaksa menipu nasabahnya. Biaya hidup tinggi dan kebutuhan sekolah anak-anaknya membuatnya gelap mata. "Dapat setoran langsung ludes untuk biaya hidup. Terpaksa saya," tandasnya.zain