Massa Bayaran Dua Truk, Ditangkap Warga Medali

MOJOKERTO (Realita) - Ribuan warga Desa Medali dan sekitarnya, Selasa (4/4/2017) mengepung sejumlah orang bayaran dari PT Bumi Nusa Makmur (BNM). Sedikitnya 62 orang yang diangkut dengan kendaraan truk nyaris digebuki massa. Beruntung aparat kepolisian dari Polsek Puri dan Polres Mojokerto bergerak cepat mengevakuasi pemuda yang mengaku dibayar oleh BNM, perusahan penggolahan karet.
Pantauan Realita.co, salah satu koordinator orang bayaran dan 2 pemuda lainnya berhasil diamankan warga dan digelandang di salah satu ruangan di balai Desa Medali. Sementara di pendopo balai desa, ribuan warga mengepung ketiga orang yang disandera warga.
Salah satu koordinator massa bayaran, Dwi Okta Prasetyo (26) asal Dusun Simpang, Desa Sidoarjo, Kecamatan Gedeng, Kabupaten Mojokerto. Dirinya mengaku mendapat perintah dari Rudi Wahyudiana. "Saya aslinya Taman Sidoarjo kerja di Krian, dan kita sempat kumpul di Hotel Raden Wijaya. Kami dibayar Rp 150 ribu oleh pabrik karet melalui pak Rudi Wahyudiana," kata Dwi, kepada Realita.co, di ruang staf Pemerintah Desa Medali.
Menurut Dwi, dirinya dan dua massa yang diangkut dua truk itu bertujuan untuk datang di depan pabrik karet dan berbaur dengan warga Medali yang standby di posko penjagaan selama 24 jam secara bergantian. Saat ditanya, apakah warga yang berjumlah 60 orang itu hendak membongkar portal. Dwi mengaku hanya untuk duduk-duduk di posko yang didirikan warga persis didepan pabrik karet.
"Kalau membongkar portal ya gak, hanya kita suruh ," kata dia. Sementara sejumlah warga mengakui, jika sosok Dwi Okta merupakan orang bayaran yang kerap datang saat sidang gugatan pabrik karet  PTTUN  di Surabaya. "Saya mengetahui, jika orang ini ita-itu (mondar mandir) di persidangan dengan membawa 60 orang bayaran," kata Yatno disela-sela interogasi Dwi Okta.
Dijelaskan, Rudi Wahyudiana sendiri merupakan salah seorang pegiat LSM LIRA, namun saat polemik pabrik dengan warga, Rudi mendadak menjadi pendukung pabrik Karet BNM, dengan mengerahkan orang bayaran untuk mendukung keberadaan pabrik. "Waktu sidang PTTUN, saya terus memantau gerak gerik orang ini (Dwi Okta Prasetyo). Ya ini orangnya, yang membawa massa di PTTUN," tegasnya.
Kedatangan massa dua truk yang melintas dari arah By Pass Balongmojo menuju pabrik karet terhenti, saat hendak melintasi portal yang dibangun warga. Nah, karena gerak gerik massa dua truk itu mencurigakan, warga berinisiatif untuk dijadikan satu truk. Namun, massa bayaran dikumpulkan dalam satu truk, kemudian diarahkan di pertigaan balai Desa Medali. Tak ayal, kedatangan massa bayaran tersebut disambut oleh ribuan warga yang sudah berkumpul.
Situasi yang mencekam, membuat 60 orang didalam truk nyaris bentrok. Beruntung, dalam situasi memanas itu Kapolsek Puri AKP Air Langga Phermady yang berada diatas truk berusaha menenangkan warga. Karena massa warga semakin banyak, truk yang mengangkut 60 orang bayaran itu, dibawa ke Polres Mojokerto.
Selain Dwi, dua pemuda yang diamankan warga Medali adalah Candra (32) warga Dusun Krajan, Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dan Indra Sukirno (33) warga Dusun / Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Keduanya mengaku tak tau maksud dan tujuannya diajak seseorang untuk ke pabrik karet.
 "Saya diajak jam 8 pagi, saat ngopi di warung timurnya tol. Dan dijanjikan dikasih imbalan Rp 150 ribu, ternyata sampai sekarang belum dikasih, yang ngajak saya janji kalau sudah sampai di pabrik karet baru dikasihkan uangnya," kata Sukirno dengan wajah ketakutan.
Keduanya mengaku mengaku menyesal diajak seseorang untuk datang ke pabrik karet. Sejumlah sumber warga menambahkan, jika dua truk yang mengangkut massa sekitar 60 orang itu, mendapat ajakan untuk membongkar portal dan mengawal armada truk mengangkut barang milik PT BNM.
Hingga berita ini dipublikasikan, situasi di balai Desa Medali masih mencekam. Ratusan aparat kepolisian berjaga-jaga untuk mengamankan ribuan warga yang tumplek blek di pelataran balai desa. Sementara 60 massa bayaran yang dicakup warga, sudah dievakuasi ke Polres Mojokerto. ujeck