Mayat di Sawah, ternyata Anak Punk yang Dibunuh Teman Sendiri

MADIUN(Realita)- Hanya selang waktu 7 jam Polres Madiun akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang mayatnya ditemukan di areal persawahan desa Kebonsari, kabupaten Madiun pada Minggu pagi (27/3/2016) kemarin.

Mayat laki laki yang ditemukan tersebut bernama Rizky Putra Agustin (19), warga dusun Jetak kecamatan Pilangkenceng, kabupaten Madiun. Korban meninggal akibat dikeroyok oleh sekumpulan anak muda punk yang memang masih mengenal korban. Kapolres Madiun AKBP Y Toni Saputra menjelaskan, sebelum kejadian pengeroyokan tersebut korban beserta para pelaku mengadakan pesta minuman keras di lahan selepan padi tepatnya di belakang RSUD Caruban Panti Waluyo kabupaten Madiun.

"Jadi pada Sabtu (26/3/2016) pukul 22.00 korban beserta para pelaku ini memang sudah saling mengenal dan mereka secara bersama sama mengadakan acara minum miras yang lokasinya di gudang slepan di belakang RSUD Caruban Panti Waluyo,"terang AKBP Y Toni Saputra kepada Realita.co, senen (28/3/2016).

Selanjutnya Menurut Kapolres setelah korban mabuk berat para pelaku bersama sama menganiaya korban hingga korban meninggal dunia, AKBP Y Toni Saputra menambahkan motif para pelaku ini karena rasa jengkel terhadap korban karena korban sering memalak para anak anak punk lainnya, serta salah satunya mengambil alat musik kentrung milik para anak anak punk.

"Saat korban sudah mabuk, para pelaku ini menganiaya korban mereka ada yang pakai tangan kosong, memukul pakai genteng, pakai batu serta ada yang memakai batu bata hingga akhirnya korban meninggal dunia. Motifnya mereka menganiaya hingga korban meninggal karena korban sering memalak para anak punk dan mengambil alat musik kentrung milik mereka sehingga memunculkan sikap dendam pada korban," terang Kapolres.

Selanjutnya setelah menganiaya dan korban meninggal para pelaku segera membersihkan tempat kejadian perkara dan dengan memakai sepeda motor para pelaku ini membawa mayat korban ke dusun Kasreman untuk membuang mayat di areal persawahan tersebut. Keesokan hari sekiranya pukul 05.30 pagi, mayat ditemukan oleh warga yang hendak pergi ke sawah.

Selain berhasil mengamankan 10 pelaku polres Madiun juga mengamankan barang bukti diantaranya 3 unit sepeda motor, akibat perbuatan tersebut para pelaku dikenakan pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.dak