Menangis Depan Hakim, Chin-Chin Jadi Tahanan Kota

SURABAYA (Realita) - Persidangan kasus dugaan penggelapan dan pencurian, dengan terdakwa Tri Susilowati, mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Blauran Cahaya Mulia (BCM) gedung The Empire Palace Surabaya, yang dilaporkan oleh suaminya sendiri kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (19/12/2016).

Sidang yang digelar di ruang Cakra ini mengagendakan eksepsi atau nota keberatan Chin-chin atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Begitu sidang dibuka oleh majelis hakim yang diketuai Unggul Warso Mukti, ruang sidang langsung dipenuhi oleh pendukung dari terdakwa yang rata-rata ibu-ibu, untuk memberi dukungan.

Nota keberatannya secara lisan dengan melihat susunan kata yang ditulis di lembaran kertas oleh Chin-chin, awalnya berjalan lancar. Namun suasana sidang berubah menjadi haru setelah Chin-chin membacakan eksepsinya dengan nada menangis.

Dalam eksepsinya, yang pada intinya Chin-chin dimaki-maki oleh Gunawan Angka Wijaya (suaminya). Selain itu, Tim penasehat hukum yang diketuai Pitier Talaway juga mengajukan eksepsi. Pada intinya, tim penasehat hukum Chin-chin meminta agar majelis hakim yang diketuai Unggul menolak dakwaan jaksa dan pengalihan status tahanan rutan ke tahanan kota.

Sementara hakim Unggul selaku ketua majelis hakim, akhirnya mengabulkan untuk menjadi tahanan kota. Putusan tersebut disambut isak tangis oleh para pendukung terdakwa dan keluarga terdakwa.

Untuk diketahui, Trisulowati Jusuf alias Chin Chin dilaporkan Gunawan Angka Widjaja, suaminya, atas dugaan pencurian dengan pemberatan dan penggelapan dalam jabatan. Atas laporan yang dibuat tanggal 6 Juni 2016.ys