Miris! Dalam 2 Bulan, 3 Bandit Cilik Curi 5 Motor

SURABAYA (Realita) - Umur tiga remaja ini memang masih belasan. Namun siapa sangka, dibalik wajahnya yang polos, ketiga remaja, yakni AS (14), AA (16) dan RP (14), ternyata adalah para komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
AS dan AA yang berasal dari Bendul Merisi dan RP asal jalan Margorejo, Surabaya itu tak tanggung-tanggung hanya dalam kurun waktu dua bulan, yakni pada Maret hingga April 2017, mereka sudah berhasil mencuri lima motor.
"Dalam beraksi, tiga remaja ini menggunakan sepeda motor. Mereka tidak hanya bertiga, karena masih ada satu rekannya lagi yang saat ini masih kita buru," sebut Kanitreskrim Polsek Wonocolo, AKP Arif Suharto, Jumat (21/4/2017)
Polisi dengan tiga balok dipundak tersebut mengungkapkan jika hasil dari penyidikan sementara, terungkap bahwa tiga remaja ini selalu menenggak minuman keras (miras) terlebih dahulu sebelum beraksi.
Saat itu, korps seragam cokelat tersebut lebih dulu meringkus AS dan AA ketika sedang patroli di kawasan perumahan Jemursari dekatnya SMA 10 Surabaya. Awalnya, polisi melihat keduanya mengendarai motor tanpa nopol. Polisi kemudian menghentikan AS dan AA.
Keduanya lalu digeledah, dan ditemukan kunci T. Setelah diinterogasi di TKP, keduanya mengaku jika motor tersebut adalah hasil curian. Setelah itu, polisi akhirnya mengeler keduanya dan menangkap satu temannya, yakni RP, bersama tiga motor hasil curian dirumahnya.
"Totalnya, jadi empat motor yang kami amankan," jelas polisi asal Lamongan itu. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan, dan terungkap jika ketiga bandit remaja tersebut sudah beraksi di lima TKP berbeda. "Ada yang di Margorejo, kemudian Siwalankerto, Tenggilis Lama dan Krukah. Sementara 1 TKP lain, saat ini masih kami telusuri," tambahnya.
Dari empat motor hasil curian para tersangka itu, lanjut Arif, kini sudah diamankan di Mapolsek Wonocolo. Empat motor itu sendiri, diantaranya ada dua motor Yamaha Jupiter. Kemudian motor Yamaha Vixion dan Yamaha Mio. "Komplotan ini, mengaku juga sudah menjual satu motor hasil curian secara online," tandas polisi yang hobi nge-trail ini.
Sedangkan salah satu tersangka, yakni RP, kepada penyidik mengaku jika satu motor hasil curian tersebut sudah terjual secara online dengan harga Rp 2 juta. Setelah itu, hasilnya langsung dibagi rata.
"Ya saya buat beli rokok dan ngopi. Kalau untuk membeli miras, biasanya kami patungan. Motor curian saya jual melalui Facebook, broadcast Bbm. Kadang juga melalui WhatsApp," kata remaja kurus itu.zain