Nilep Duit Tagihan, Debt Collector Dibui

KEDIRI (Realita)- Purnama (34) warga Ngantru, Kabupaten Tulungagung, diringkus anggota Reskrim Polsek Kras, Kabupaten. Dia disangkakan menggelapkan uang perusahaan senilai puluhan juta rupiah. Purnama adalah seorang karyawan micro finance bagian debt collector (penagih utang) yang ada  di Kabupaten Kediri. Modus operandi yang dilakukan Purnama.  tidak menyetor uang angsuran dan pelunasan kredit mitra perusahaan, melainkan ditilap untuk kepentingan pribadinya.
Purnama ditangkap polisi setelah terbukti menilap uang setoran nasabah PT. Bhina Arta Ventura di Banjaranyar, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.
Dari pengakuan  tersangka pada penyidik, jika dirinya mengemban tugas sebagai kolektor mengambil uang angsuran dan pelunasan kredit dari 30 kelompok pemilik usaha mikro atau sekitar 400 orang mitra. Uang yang terkumpul sekitar Rp 30 juta itu tidak disetorkan ke perusahaanya, melainkan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadinya sendiri.
"Saya gunakan untuk melunasi hutang-hutang mas. Sisanya sudah habis,” aku Purnama di Polsek Kras.
Aksi penggelapan uang ini sudah dilakoni Purnama sejak satu tahun terakhir. Perbuatan itu baru terbongkar setelah banyak nasabah yang komplain, karena tidak bisa memperpanjang kredit, lantaran setorannya dianggap belum lunas.
Ahirnya pimpinan cabang PT. Bhina Arta Ventura Nur Arif Yulianto melakukan audit keuangan. Hasilnya, terjadi selisih antara Rp 25-30 juta. Tersangka Purnama akhirnya dipanggil untuk dimintai keterangan. Awalnya, tersangka membantah. Tetapi setelah didesak dan ditunjukkan bukti-bukti, akhirnya mengakui.
“Pihak perusahaan sebenarnya sudah menempuh upaya kekeluargaan dengan meminta tersangka mengembalikan uang yang telah digelapkan. Tetapi karena tersangka tidak memiliki iktikad baik mengembalikan, akhirnya kami terpaksa lapor ke kantor polisi,” ujar Andhimas Hanggono Adji, SH, selaku pengacara PT. Bhina Arta Ventura.
Akibat perbuatannya, tersangka Purnama kini harus meringkuk di dalam sel tahanan Polsek Kras. Dia dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.aka