NU Gresik Siap Rebut Bupati

GRESIK (Realita)”Kesiapan mengahadapi pilkada Gresik 2015 ditunjukkan warga Nahdlotul Ulama’ (NU) Gresik. Rabu (12/11) sejumlah tokoh NU menggelar pertemuan yang bertajuk forum silaturrahmi warga Nahdliyin (Fos-Wan) di aula kantor PCNU Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. Hasilnya, warga NU siap kembali merebut kursi Bupati Gresik.

Sekitar 350 warga NU perwakilan dari majelis wakil cabang (MWC), badan otonom (banom) dan ranting NU hadir dalam pertemuan tersebut. Tidak ketinggalan Ketua Tanfidz PCNU Gresik Khusnul Khuluq dan Wakil Ketua DPRD Gresik dari PPP Nur Gholib ikut nimbrung dalam forum itu. “Intinya kami siap merebut kembali kursi Bupati Gresik di Pilkada 2015,” kata Ahmad Nadir selaku kordinator Fos-Wan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, warga NU merasa ada kerinduan memimpin Gresik, setelah selama 10 tahun KH Robach Maksum menjadi bupati dua periode. Tapi, kini kepemimpinan beralih ke tangan pasangan Sambari Halim Radianto dan Moch Qosim. Nadir mengatakan, dari forum silaturrahmi kali ini akan disaring siapa kader terbaik NU untuk memimpin Gresik ke depan. “Kami akan cari kader yang terbaik, yang siap secara ekonomi, visi maupun misinya,” ungkap mantan Ketua DPC PKB Gresik.

Undangan cukup antusias dalam forum tersebut. Berbagai kritik dan saran dilontarkan. Bahkan, kritik pedas seperti rapuhnya NU Gresik karena ulah elit NU sendiri meluncur di forum tersebut. Kerinduan warga NU memimpin Gresik sangat kentara dari berbagai saran dan kritik dari undangan.

Muslich, sekretaris KNPI Jawa Timur mengusulkan, agar kegiatan konsolidasi NU dapat mengakomodasi semua kekuatan baik politik maupun banom. Juga dilakukan konsolidasi hingga tingkat kecamatan sampai ranting. Mengingat, organisasi NU aktif hingga ranting. "Terpenting bahwa kegiatan ini harus mengatas-namakan NU," paparnya.

Dalam kesempatan itu, meski baru pertemuan awal, peserta juga sempat menanyakan bakal calon yang diusung. Bahkan, sempat dimunculkan tiga nama yaitu Gus Iwan putra KH Afif Machfud Ponpes Ihya Ulum Dukun, Khusnul Huluq dan Jazilul Fawaid anggota DPR RI dari PKB. Namun, hal itu dinilai terlalu dini.

"Kalau menurut kami terlalu dini dimunculkan balonnya. Apalagi, sebenarnya masih banyak kader NU yang siap. Makanya, kader harus dimunculkan menjelang pendaftaran," usul Nur Gholib. gr