Pacar Digoda, Sahabat Sendiri Dihajar

SURABAYA (Realita) - Tak terima pacarnya digoda, Selvianus Mali (26) tega menganiaya sahabatnya, Oktavianus Laenda (22). Dia memukul dan menendang Okta hingga babak belur. Belum puas, benda-benda seperti kursi plastik dan triplek dipukulkan ke Okta hingga Okta terkapar masuk rumah sakit.

Perpecahan kedua sahabat itu diawali dari ketertarikan Okta terhadap pacar Selvianus, sebut saja Isabela. Dia pun sering menggoda pacar sahabatnya itu tiap kali ketemu. SMS dan telpon begitu intensif, tak lupa Okta memasukkan kalimat-kalimat cinta di dalamnya.

Nah, petaka datang. Ketika Okta mengirimkan puisi cinta pada Isabela via SMS, Selvianus mengetahuinya. Pria asal Atambua itu langsung naik darah. "Tidak marah bagaimana, dia panggil-panggil sayang ke pacar beta," ujar Selvianus. "Dia itu sahabat beta, tega sekali," lanjutnya.

Selvianus pun ingin memberi pelajaran kepada Okta, yakni dengan cara memukulinya. Selvianus lantas mengajak temannya, Yoseph Meti (22), pria yang pacarnya juga pernah digoda Okta. Dari sana, keduanya lalu segera menuju ke Mess tempat Okta bekerja di Jalan Cokroaminoto, sambil terus mengumpat sepanjang perjalanan.

Sampai di sana, tanpa babibu Okta diseret menuju pintu gerbang mess. Disitulah, dua pria perantauan itu menghajar Okta. Pukulan, tendangan, dan makian diberikan kepada Okta. Tak puas, beberapa benda seperti kursi plastik dan triplek dipukulkan kepada Okta. "Biar tahu rasa, bagaimana sakitnya hati Beta saat tahu pacar digoda," ucapnya.

Okta kemudian tergeletak bersimbah darah. Warga yang melihat kejadian itu langsung lapor polisi. Selvianus dan Yoseph akhirnya digelandang ke Mapolsek Tegalsari akibat perbuatannya itu. "Kami juga menyita kursi plastik dan triplek sebagai barang bukti," kata Panitreskrim Polsek Tegalsari Ipda Zainul Abidin kepada Realita.co, Minggu (11/12/2016).

Kepada polisi, kedua pelaku mengaku bersalah. Mereka terpaksa melakukannya karena dendam dengan korban. Sering menggoda pacar orang!. "Tapi apapun alasannya, membuat celaka orang tetap pidana. Jadi kedua pelaku tetap diproses secara hukum," tegas Abidin.zain