Pakai Sabu, Janda Cantik Divonis Rehab

SURABAYA (Realita) - Dina Luspitasari, terdakwa kasus narkotika ini bernasib mujur. Pasalnya, Jaksa dan Hakim terlihat kompak menjatuhkan vonis ringan pada janda muda beranak satu.

Usai dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Farkhan dari Kejaksaan Negeri Tanjun Perak, Dian kembali mendapat keringanan vonis dari Hakim Sigit, yang cuma mengganjarnya separuh lebih dari tuntutan jaksa.

Tuntutan dan vonis itu dibacakan pada persidangan di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (30/11/2016). Ketua majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah melanggar pasal 127 UU No.35 tahun 2009 telah menyalahgunakan narkotika, dimana dirinya telah dua kali memesan sabu kepada saksi Reynold Subrianto (Berkas terpisah) warga Pondok Candra Gg Durian Sidoarjo, sebanyak dua kali untuk digunakan sendiri.

"Terdakwa telah mempunyai anak balita yang perlu perhatian khusus, dan memutuskan vonis satu tahun dan rehabilitas dengan accesment," terang Sigit dalam amar putusannya.

Atas vonis yang sangat ringan ini, Jaksa penutut umum (JPU) Farkhan tidak ada upaya untuk melakukan banding.

Sementara Ketua majelis hakim Sigit mengaku sangat kasihan terhadap anaknya yang masih Balita sehingga tidak ada alasan untuk memvonis ringan, "Anaknya masih kecil kasihan karena butuh perhatian khusus. Apalagi terdakwa single parents (Janda) cantik lagi,"ujarnya tersenyum saat ditemui usai sidang.

Terdakwa Dina Luspitasri ditangkap oleh anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya di Apartemennya Puncak Bukit Golf Tower B lantai 12 no 1283 pada 21 Mei 2016. Dalam penggeledahan, polisi mendapatkan barang bukti sabu seberat 0,5 gram shabu dan seperangkat alat hisap.ys