Paket  Full Service, Spa  plus Hand Job

SURABAYA (Realita) “ Alex, pelanggan spa plus-plus mengatakan, memang tak semua salon, panti pijat atau spa yang berindikasi sebagai lokasi prostitusi. Namun dirinya saat ini sangat mudah untuk menemuinya.

"Tentu tidak semua. Biasanya kita langsung tahu dari mulut ke mulut bahwa di salon atau spa mana saja yang ada layanan plus-plusnya. Kalau sudah masuk ke dalam, suasananya juga sangat berbeda," jelas Alex pada Realita.co.

Sebagian salon, panti pijat dan spa, menurut Alex, nyata-nyata menawarkan layanan plus-plus. "Mereka benar-benar menawarkan perempuan untuk begituan. Kita tinggal registrasi dan pilih perempuan sesuai yang kita suka untuk melayani," ucap Alex.

Tapi ada pula salon, panti pijat atau spa yang membungkus layanan plus-plus itu dengan paket yang sama sekali tidak menunjukkan adanya praktik prostitusi. Tapi, tetap saja transaksi seks dapat berlangsung mengiringi paket-paket itu.

Menurut dia, praktik pelacuran ini tidak berbeda dengan di tempat lain. Hanya, kemasannya dibuat legal. Mereka menawarkan satu paket service sampai full service.

"Biasanya paket mereka yang full service itu hanya sampai pemijatan alat vital, kita dionani (hand job). Biar mereka aman, untuk begituan, tidak ada yang namanya menjual perempuan. Kita dibiarkan negosiasi dengan perempuan yang namanya terapis atau istilahnya terapis sensual. Sebenarnya ya prostitusi, cuma kalau di salon dan spa plus-plus itu istilah untuk orang yang melayani disebut terapis, padahal praktiknya ya PSK," jelas Alex sambil tertawa.

Dijelaskan, harga yang harus dibayar pengguna jasa bergantung pada terapisnya. Semakin besar nama dan mewah fasilitasnya, maka harganya pun semakin mahal.

Biaya ini, biasanya sudah ditetapkan di pusat layanan kebugaran atau spa. Untuk dilayani sesuai paket yang disediakan, pengunjung umumnya harus membayar Rp 650.000 sampai Rp 1.200.000. "Jika ingin plus, kita tinggal nego dengan terapisnya. Kalau dia mau ya berarti PSK," pungkas Alex.dea