Parah! Cuma Satu Puskesmas di Kota Madiun yang Terakreditasi

MADIUN (Realita) - Lima dari enam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kota Madiun ternyata belum terakreditasi. Padahal akreditasi Puskesmas menjadi hal yang sangat penting untuk mengetahui kualitas manajemen dan standar pelayanan. Jika belum memiliki akreditasi, kualitas standar pelayanan Puskesmas bisa dibilang masih buruk dan berpotensi merugikan masyarakat.

 "Baru Puskesmas Tawangrejo yang sudah akreditasi tingkat Madya ,"kata Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kota Madiun, Agung Sulistya Wardhani belum lama ini.

 Kelima Puskesmas urung mengantongi tiket akreditasi, yakni Puskesmas Oro-oro Ombo, Manguharjo, Banjarejo, Demangan dan Puskesmas Patihan. Sejumlah faktor menjadi penghambat kelancaran akreditas, diantaranya kekurangan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM), jenis kompetensi, kemauan, hingga motivasi. Ia menjelaskan, akreditasi Puskesmas sebenarnya memang memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas layanan kesehatan, menjamin pelayanan kesehatan primer kepada pasien dan masyarakat, serta masih banyak manfaat lainnya. 

"Lima Puskesmas sudah disurvey, tapi kita tunggu-tunggu juga belum ada pengumuman dari Kemenkes,"ujarnya.

 Sementara itu, Sekda Kota Madiun, Maidi menjamin kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. “Yang penting pelayanan tetap bagus. Akreditasi memang penting, tapi yang paling penting itu pelayanan. Kalau akreditasinya nilainya tinggi, tapi pelayanan nggak maksimal kan percuma,”katanya.

Ia mengaku dalam waktu dekat bakal memanggil Kepala Dinkes dan KB membicarakan masalah ini. Sehingga diharapkan tahun 2017 ini semua Puskesmas bisa memiliki predikat akreditasi. “Insaallah kita upayakan untuk meraih itu,”tandasnya. paw