PDIP Tuntut PD. Aneka Usaha Diaudit

MADIUN (Realita) - Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha menjadi sorotan Fraksi PDI Perjuangan saat Rapat Paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Madiun atas Raperda tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2015, di Gedung DPRD setempat, Rabu (13/7/2016).

Dengan juru bicara Supiyah Mangayu Hastuti, Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan kepada Walikota Madiun terhadap realisasi laba dari BUMD PD. Aneka Usaha yang hanya sebesar Rp. 434 juta ditahun 2015.

“Apakah karena keadaan atau kemampuan PD. Aneka Usaha dalam mencetak laba sangat kecil. Atau disebabkan kondisi kemampuan managerial yang lemah, atau sebab-sebab lain?,”katanya, Rabu (13/7/2016).

Fraksi moncong putih ini menilai, pendapatan yang tidak sapai setengah miliar itu dianggap sangat minim. Mengingat PD. Aneka Usaha mengelola dua SPBU dan satu usaha percetakan. “Kami sudah mengadakan hearing berkali-kali. Di situ dapat kami simpulkan, memang kurang maksimal dalam pengelolaannya,”ujar Supiyah.

Anggota komisi II ini menjelaskan, saat dilakukan hearing dengan PD. Aneka Usaha, pihaknya juga menemukan banyak kejanggalan. Temuan yang didapat, lanjut Supiyah, laporan yang diberikan kepada dewan, tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pemkot Madiun, agar segera melakukan audit yang dilakukan oleh tim independen.

“Ketik hearing juga kita temukan beberapa hal yang tidak singkron, antara yang di lapangan dengan laporan yang diberikan kepada kami. Kita tidak bisa mengandalkan dari Inspektorat, kan itu juga dari internal. Kita minta ada audit dari independen, agar maksimal dalam penangananya kedepan,”tandasnya.

Sekedar untuk diketahui, DP. Aneka Usaha mengelola unit percetakan dan dua SPBU yang berada di Jalan Mayjen Sungkono serta Jalan Basuki Rahmat. Dari hasil laporan, pendapatan pada tahun 2014 hanya Rp. 354 juta, sedangkan ditahun 2015 sebesar Rp. 434 juta. paw