Pecahkan Pot Bunga, Siswa SMP Dianiaya

MOJOKERTO (Realita) - Kekerasan terhadap anak di bawah umur, terlebih masih duduk di bangku sekolah, terjadi lagi. Kali ini dialami, MF (15) pelajar kelas 9 di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Akibat kekerasan itu, korban merasa trauma.

Kekerasaan yang menimpa korban diduga dilakukan, seorang tukang kebun sekolah setempat, dengan inisial N (50). Diduga karena korban memecahkan pot bunga di sekolah tersebut pada Jumat (27/03/2015) pekan lalu. Tiba-tiba pelaku tega memukul korban.

Kontan saja, pukulan yang mendarat ke wajah korban menyebabkan luka lebam pada pelipis mata sebelah kanan. Ironisnya, pemukulan itu sendiri dilakukan pelaku terhadap korban disaksikan sejumlah teman-temannya.

Informasi yang diterima Realita, Awalnya, korban bersama tiga siswa lainnya sedang duduk-duduk di taman sekolah. Namun, tanpa sengaja korban menyenggol dan menginjak pot bunga jatuh hingga pecah. Korban kemudian didatangi pelaku dan langsung memukul korban hingga mengalami luka lebam dan benjolan di pelipis mata.

Usai kejadian, korban sempat ditanya salah satu guru untuk menanyakan tentang lebam di pelipis mata korban. Namun saat korban menceritakan kronologi pemukulan terhadap dirinya, guru tersebut justru memberikan tawaran kepada korban, apakah perkara ini diteruskan atau diselesaikan.

Kakak keponakan, Reza menyatakan, korban ketakutan usai kejadian tersebut dan memilih untuk tidak sekolah. "Dia ketakutan dan memilih diam agar tidak menambah panjang urusan, hari ini dia tidak masuk karena takut. Padahal katanya kejadian serupa sering terjadi dan sekolah terkesan diam saja," katanya kepada sejumlah wartawan, Senin (02/03/2015) siang. uje