Pemenang Tender Proyek UB Kediri, Diduga Ngemplang Uang Subkontraktor

KEDIRI (Realita)- PT. Duta Karya Perkasa Bali Pemenang tender proyek Proyek pembangunan gedung kampus III Universitas Brawijaya (UB) di Kelurahan Mrican Kota Kediri, ditagih pembayarannya oleh beberapa  subkontraktor. Saking marahnya karena tak dibayar, subkontraktor nekat menurunkan 500 Genting pada bangunan UB, Jumat (21/04).
Dari pantauan di lokasi, ada tujuh subkontraktor yang datang kelokasi proyek gedung kampus III UB Kediri, Jumat (21/4/2017). Mereka semua menagih kekurangan uang yang selama ini belum lunas dibayarkan PT Duta Karya Perkasa Bali, hingga batas waktu perjanjian. Karena tak berbuah hasil, salah satu subkontraktor baja dari rangka atap menurunkan paksa 500 genting yang sudah terpasang di gedung tersebut.
Bahkan, sejumlah personil kepolisian dan TNI juga terlihat mengamankan lokasi agar tidak terjadi keributan. Puluhan polisi berjaga di dalam dan luar gedung. Namun, petugas tidak bisa berbuat banyak karena masalah tersebut merupakan masalah internal. "Kita hanya melakukan pengawasan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Menurut saya ini masalah internal yang harus diselesaikan oleh yang bersangkutan," ujar Wakapolsek Mojoroto, AKP Sughiyanto saat berada di lokasi.
Dia menambahkan, untuk menghindari keributan akhirnya petugas kepolisian meminta Kontraktor PT Duta Karya Perkasa Bali untuk membuat surat pernyataan tertulis. "Tadi akhirnya kita buatkan perjanjian tertulis antara Kontraktor dan subkontraktornya," imbuhnya.
Kemarahan para subkontraktor mereda setelah mendapat surat pernyataan jika PT Duta Karya Perkasa Bali sanggup membayar kekurangan satu minggu ke depan. Dari sumber di  lokasi, PT Duta Karya Perkasa memiliki tanggungan sekitar Rp 2 miliar. "Memang sejak selesainya proyek ini, Kontraktor masih memiliki kekurangan yang belum lunas kepada tujuh subkontraktor," kata seorang yang sempat menjadi petugas di proyek tersebut.
Sebelumnya, gedung kampus III UB Kediri menelan anggaran APBD Kota Kediri sebesar Rp 19 miliar. Bahkan, status pendirian gedung kampus III UB di Kediri seakan tak jelas atau ngambang. Sebab hingga saat ini izin dari Kemenristekdikti belum jelas. Dari masalah itu untuk tahun 2017, anggaran tambahan untuk pembangunan lanjutan sebesar Rp 35 miliar terpaksa tidak bisa cair.aka