Pemkab Gresik Terbitkan Edaran Sholat Subuh Berjamaah

GRESIK (Realita) - Pemerintah Kabupaten Gresik mengundang seluruh perwakilan Ulama dan Kiai se-Kabupaten Gresik untuk bersilaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik. Acara yang digagas Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gresik berlangsung di Ruang Rapat Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik, Rabu (8/2).
Selain bersilaturahmi dengan Kiai dan Ulama, Pemkab Gresik juga menerbitkan edaran gerakan Sholat Subuh Berjamaah. Surat Edaran bernomor 451/013/437.13/2017 tertanggal 6 Pebruari 2017 ini di tandatangani oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.
 
Menurut Edaran tersebut, gerakan Sholat Subuh berjamaah ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat di seluruh wilayah Gresik. Bupati memerintahkan camat agar mengkoordinir gerakan sholat subuh berjamaah di wilayahnya. “Camat melakukan pemantauan serta menetapkan satu masjid atau mushollah sebagai pilot project gerakan sholat subuh berjamaah di masing-masing wilayah kecamatan” ungkap Bupati dalam surat edaran tersebut.
 
Sampai hari ini, Rabu (8/2) surat edaran tersebut sudah diedarkan kepada seluruh Camat di Gresik dan ditidaklanjuti dan dikoordinasikan dengan para pemuka agama setempat. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Kebomas Purnomo yang menyatakan Pak Camat tengah mengkoordinasikan gerakan sholat Subuh berjamaah ini dengan para Alim Ulama di Wilayahnya.
 
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gresik, Choirul Anam melalui Kasubag Humas dan Dokumentasi Bagian Humas Pemkab Gresik, Suudin mengatakan, Silaturahmi antara Forkopimda dan Ulama serta gerakan sholat Subuh berjamaah ini dilaksanakan untuk mendukung visi Kabupaten Gresik yaitu terwujudnya Gresik yang agamis, adil sejahtera dan berkehidupan yang berkualitas.  
 
Choirul Anam juga berpendapat, gerakan sholat subuh berjamaah ini juga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Kalau semua masyarakat Gresik berjamaah sholat subuh, maka dampaknya pada kesehatan akan semakin baik dengan membiasakan beraktifitas pagi hari. Selain itu akan tumbuh kegiatan ekonomi baru di saat subuh di sekitar masjid” tandasnya.
 
Usai mendeklarasikan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah, Wabup Gresik H Moh Qosim mengemukakan tiga hal untuk menuju kerukunan umat beragama di Gresik. Ketiga kerukunan tersebut yaitu, kerukunan antara Ulama dan Umarah yaitu Kiai/Pemuka Agama dengan Pemerintah. Kerukunan beragama antara sesama pemeluk agama. Dan yang ketiga adalah kerukunan antar Pemeluk agama.
 
“Kami mohon kepada para kyai dan pemuka agama untuk membantu kami dalam melaksanakan tiga kerukunan tersebut. Insyaallah kalau tiga kerukunan tersebut bisa terlaksana, maka kehidupan beragama dan bermasyarakat akan lebih aman, tentram dan sejahtera” tegas Qosim.  
Dalam pertemuan tersebut, selain dihadiri Perwakilan anggota Forkopimda Gresik juga dihadiri sejumlah kiai. Tampak hadir Ketua MUI Gresik KH. Mansyur Shodiq, perwakilan dari Nahdhlatul Ulama Gresik, Perwakilan dari Muhammadiyah Gresik, Perwakilan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik, Perwakilan dari LDII Gresik serta dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gresik. dik