Pemkab Mojokerto Acuhkan Protes Pecinta Alam

MOJOKERTO (Realita) - Kendati ditolak para pecinta alam (PA) se-Jatim, Pemkab Mojokerto tak peduli. Pemkab mengklaim, jika rencana pembangunan akses jalan dilereng Gunung Penanggungan itu, tak membahayakan situs cagar budaya, yang masih banyak tersebar di sekitar gunung.

Hal tersebut diungkapkan, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Mojokerto Heni Rahaju yang didampingi Staf Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Mojokerto Prastia Ramadisri Putra, saat ditemui Realita, di ruangannya, Senin (02/02/2015).

Menurutnya, proyek jalan yang bakal dikerjakan ada dua bagian. Di antaranya, kontruksi beton yang berasal dari semen itu akan digarap di jalan datar sepanjang 2,3 kilometer dengar lebar 6 meter di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Bagian kedua, yang bakal dibangun yakni di jalan setapak dari paving menuju puncak sepanjang 400 meter dengar lebar 4 meter.

"Jalan paving yang menuju ke atas itu masih jauh dari puncak Gunung Penanggungan," kata Prastia. Sedangkan bagian atas, ujar dia, hanya 400 meter dan tidak sampai menggali dalam.

Selain tidak menggali secara dalam, pihaknya mengaku, jika pembangunan jalan paving menuju puncak tidak sampai merubah kontur jalan. "Kontur jalan tetap seperti semula dan hanya dipasangi paving dengan pondasi beton," ucapnya.

Tak hanya itu, dalam pembangunan nanti, akan dibangun dua lajur dan tengahnya bakal dipasang besi sebagai pegangan bagi para pendaki baik yang naik maupun yang turun dari puncak. Proyek tersebut sudah dialokasikan anggaran APBD Kabupaten Mojokerto sedikitnya Rp7,59 miliar.