Pendataan Rastra dan Ratrada Semrawut

KEDIRI (Realita) - Dipindahnya penanganan bantuan dari pemerintah pusat berupa beras untuk rakyat dari Badan perekonomian ke Dinas Sosial Kota Kediri menjadikan semrawut pendataanya. Pada bulan April 2017, sebanyak 7869 Keluarga Penerima manfaat (KPM) non PKH belum menerima bantuan pangan nontunai berupa beras sejahtera, keterlambatan ini  disebabkan adanya kesamaan data penerima manfaat di Rastra Bantuan Pusat dan Rastrada dari kota kediri, sehingga pihak Dinas Sosial harus kembali memverifikasi ulang data tersebut. Namun lelang Beras sudah dilakukan
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Triyono Kutut  saat memberikan paparannya dalam sosialisasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di lantai lima KPW BI Kediri. Menurutnya pada tanggal 4 April lalu baru mengetahui jika  data penerima rastra bertambah sebanyak 1669, dan ironisnya data tersebut juga sudah masuk dalam Rastrada Kota Kediri
“Data tambahan dari pusat untuk Rasta sebanyak 1669, setelah diverifikasi sebanyak 65 persen ternyata data tersebut diambilkan dari data penerima rastrada yang jumlahnya 2326. Dan  setelah verifikasi dari pusat  Rastra  12863 tidak boleh berkurang, yang boleh berkurang Rastrada,” ujar Kutut.
Dan saat ini Dinas Sosial Kota Kediri telah melakukan proses lelang beras sejahtera daerah dengan data penerima sebanyak  2326 KPM. Hal tersebut yang membuat Dinas Sosial kebingungan. Karena dalam aturan tidak diperbolehkan satu KPM menerima dobel. Untuk itu pihaknya akan memberikan penjelasan pada Kejari Kota Kediri
Untuk Rastrada ini  sudah dimasukakan dalam ULP dan adalam proses lelang. Dan setelah verifikasi dari pusat  Rastra  12863 tidak boleh berkurang, yang boleh berkurang rastrada. "Padahal Rastrada sudah dilelang dengan data itu, kuatirnya kita akan dikomplain oleh pemenang. Dan dengan ini saya nanti  kejaksaan auntuk memeberikan papaparan,” kata Kutut.
Terakhir Kutut mengatakan jika, penyaluran Rastra ini nanti akan dilakukan pada bulan mei, dan yang akan didistribusikan pada bulan Mei nanti adalah Rastra pada bulan Januari dan Februari. "Ini bukan terlambat karena ada tambahan data baru, dan data sebab data baru diketahui pada bulan april kemarin,” tandasnya.
Sementara Kepala Bulog Kediri Rahmad Syahjoni mengakui jika hingga saat ini Pemerintah Kota belum mengajukan permintaan Rastra bulan Januari dan Februari, menurutnya untuk permintaan rastra Kota Kediri sudah memlaui BPNT.

”Kalau kediri Kota yang  belum terima diluar anggota PKH, yaitu tadi karena  belum valid. Namun kita akan selalu siap jika sewaktu waktu pihak pemerintah kota menagajukan ke kami,” terangnya.aka