Penganiayaan Siswi oleh Tukang Kebun, Berakhir Damai

MOJOKERTO (Realita) - Kekerasan terhadap pelajar yang diduga dilakukan tukang kebun, Ngatemin terhadap korban yang berinisial MFUZ, salah satu siswa SLTP Negeri 2 Mojoanyar, berakhir damai. Pasalnya ada kesepakatan antara pihak keluarga dan sekolahan.

"Kemarin dengan pihak sekolah sudah ada pertemuan dan menghasilkan kesepakatan. Selanjutnya dibuatkan surat pernyataan kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi lagi perbuatanya, baik kepada MFUZ atau siswa lainya," kata Khusaini, paman korban, Selasa (03/03/2015)

Saat ditanya mengenai apakah pihak keluarga bakal memperkarakan secara hukum, Khusaini menegaskan, saat ini belum memperkarakan. Salah satu alasan kenapa pihaknya mau berdamai dengan sekolah yakni waktu pelaksanaan ujian akhir yang sudah dekat.

"Nanti kalau diproses takutnya pisikologis anak akan terganggu karena ujian yang sudah dekat, tapi nanti bila terjadi lagi, baik ke MFUZ atau ke yang lain, kita akan memperkarakannya, karena yang bersangkutan sudah membuat penyataan dengan materai Rp 6000," imbuhnya.

Sementara, Budi Koeswinarto, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikulum SLTP Negeri 2 Mojoanyar menyatakan bahwa mediasi yang dilakukan agar kasus ini tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah. "Kita sangat menyayangkan tindakan ini, yang bersangkutan sudah kita peringatkan keras atas tidakan ini dan diharapkan tidak terjadi di lain waktu," jelasnya.

Sebelumnya aksi kekerasan yang dilakukan tukang kebun terhadap siswa hanya gara-gara pecahkan pot bunga, hingga meyebabkan luka dan lebam di Pelipis mata korban. Tak hanya itu, korban mengalami trauma untuk sekolah. uje‎