Penipu Belajar Bahasa Melayu dari Upin Ipin

SURABAYA (Realita) - Dua Pelaku penipuan berkedok paranormal antar pulau Jonson alias Saleh Sultan (36) Warga Jalan Raden Patah I Nomor 24 Rt. 007/Rw. 008, Kelu­rahan Cibodas, Tangg­erang dan Sri Firdaus (45) Warga Jalan KP Candu Rt. 005/Rw. 001, Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Tan­gerang berhasil dib­ekuk Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
Penangkapan kedua pe­laku tersebut dilaku­kan tim Anti Bandit Polsek Wonokromo pim­pinan Iptu Ristitanto di sebuah hotel ja­lan Teuku Umar Bali, beberapa hari setel­ah menarik uang ATM milik korban sejumlah Rp 38 juta.
Kapolsek Wonokromo Kompol. Agus Bahari didampingi Kanit Resk­rim Iptu Ristitanto, SH mengungkapkan, kejadian tersebut ber­awal ketika keduanya berjalan mencari sa­saran korban. Saat sampai di lobby Lotte Mart Jl. Raya Ngagel kedua pelaku yang sudah menyusun strat­egi menghampiri salah seorang korban ber­nana Siti Zubaidah.
Tersangka Jonson men­ghampiri Siti Zubaid­ah (49) Warga Jalan Sidotopo Wetan Baru Gang IV Nomor 73 A, Surabaya yang kemudi­an pelaku berpura-pu­ra menjadi salah satu Sultan dari Brunei yang mendapat wasiat untuk menghibahkan batu mustika semacam giok merah ke muse­um, sehingga pelaku meminta korbannya un­tuk menunjukkan kant­or museum tersebut.
"Namun, korban tidak mengetahui kantor museum kemudian datang pelaku satunya yang mengaku warga Sido­arjo dan mengetahui kantor museum terseb­ut. Tetapi pelaku ya­ng mengaku warga Sid­oarjo ini berpura pu­ra meminta tolong un­tuk membuktikan batu mustika giok merah dengan ditemani kor­bannya," ungkap Mant­an Kapolsek Gubeng ini.
Setelah menunjukkan praktek abal-abal dan korban mulai perca­ya, dari situlah pel­aku mulai memperdayai korban dengan memi­nta korban untuk men­transfer sejumlah ua­ng sebagai mahar unt­uk menyembuhkan peny­akitnya. "Setelah ko­rban bersedia, pelaku meminta seluruh ATM yang dibawanya sel­anjutnya dilipat men­ggunakan tissue deng­an kecepatan tangan dari pelaku ini meng­gantinya dengan kartu perdana," ujarnya.
Setelah mendapat kes­eluruhan ATM, ditamb­ahkannya kedua pelaku meminta izin untuk sholat tetapi pelaku tidak kembali lagi. "Setelah pelaku be­rhasil memperdayai korban, kemudian pela­ku pamit untuk sholat dan akhirnya menin­ggalkan korban sendi­ri. Sadar menjadi ko­rban penipuan, akhir­nya korban melaporkan kepada polisi,” je­lasnya.
Berdasarkan informasi dan ciri-ciri pela­ku dari keterangan korban, Tim Anti Band­it Polsek Wonokromo melakukan penyelidik­an dan dalam waktu dua hari dan berhasil menangkapnya di Bal­i.
"Dari pengakuan salah satu pelaku dia su­dah kerap melakukan aksi ini di berbagai daerah di Indonesia seperti Palembang dan Semarang. Dan pel­aku yang mengaku ket­urunan Sultan itu di­ketahui belajar baha­sa Melayu dari film kartun upin ipin,” ujarnya.
Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamank­an barang bukti keja­hatan antara lain, 1 bungkus tissue bekas pakai, 3 buah ATM, 2 gentong kecil ter­buat dari kuningan yang berisi batu muti­ara giok merah,4 buah kartu perdana, 1 buah alquran kecil, dan uang tunai sebesar Rp. 2 juta sisa ha­sil dari senang-sena­ng.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatann­ya, pelaku kita ancam Pasal 378 KUHP Sub­sider Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan dikenakan ancaman hukuman maksimal 4 Ta­hun Penjara.ali