Penjual Akik Nyambi Jambret, Ini Hadiahnya!

SURABAYA (Realita) - Kring serse yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Wonokromo di wilayah hukumnya pada Rabu (15/12/2016) dini hari membuahkan hasil. Unit Reskrim yang dikomandoi Ipda Ristianto itu berhasil mengamankan seorang pelaku jambret beserta barang bukti satu buah tas perempuan. Namun, pada penangkapan itu, sayangnya petugas hanya berhasil mengamankan satu pelaku. Sebab, satu pelaku lainnya berhasil kabur saat akan dilakukan penangkapan.

Peristiwa penangkapan pelaku jambret bernama Abdul Majed (21) ini berawal dari Jalan Raya Darmo, Wonokromo, Surabaya. Ceritanya, Abdul Majed dan temannya berinisial R, yang saat ini menjadi DPO berkeliling menggunakan sepeda motor. R yang bertugas sebagai joki lantas memacu motornya untuk mencari sasaran korban yang akan di jambret.

Tak lama berselang, sasaran mereka datang. Salah seorang pengendara motor perempuan dari arah selatan, yang membawa sebuah tas cangklong langsung di intai oleh Abdul Majed dan R. Tak menunggu waktu lama, keduanya langsung beraksi. R memacu motornya, sedangkan Abdul Majed yang dibonceng bersiap-siap untuk mengambil tas milik korban. "Disitulah kedua pelaku lantas mendekati dan memepet korban. Kemudian langsung menarik tas korban," sebut Kompol Arisandi, Kapolsek Wonokromo, Minggu (18/12/2016).

Setelah berhasil, kedua pelaku langsung bergegas kabur. Dan korban pun spontan berteriak "jambret". Nah, searah kemudian korban lantas mengejar kedua pelaku sambil terus berteriak jambret. Upaya korban itu akhirnya membuahkan hasil. Sebab, pada saat itulah di Jalan tersebut ada petugas yang sedang melakukan patroli.

Para anggota yang mendengar teriakan itu, lantas merespon cepat dan segera mengejar pelaku. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Tembakan peringatan diberikan. Dor dor dor!!, pelaku yang takut lantas menabrak salah seorang pengendara motor. "Kedua pelaku akhirnya terjatuh, dan pelaku Abdul Majed ini kakinya tertabrak oleh pengendara motor tersebut hingga patah. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial R berhasil melarikan diri," jelas Arisandi.

Dari sanalah, pelaku Abdul Majed akhirnya berhasil ditangkap. Dia pun kemudian langsung digelandang ke Mapolsek. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku asal Dsn.Malakah RT.01/RW.01, Ds.Komes, Kec.Kedungdung Sampang Madura ini mengaku baru sekali melakukan aksi penjambretan.

"Baru sekali ini pak, ampun pak. Saya kapok. Kaki saya sakit pak ampun," ujar Abdul Majed seorang yang berprofesi sebagai penjual akik ini sambil terus merintih kesakitan.

Namun, dari hasil pemeriksaan itu, polisi akan terus dalami kasus tersebut. Sebab, kuat dugaan mereka tidak hanya sekali ini melakukan aksi penjambretan itu. "Kami akan terus dalami, berapa TKP yang sudah dilakukan oleh para tersangka. Kami juga akan terus memburu rekan dari pelaku Abdul Majed yang berinisial R, yang saat ini menjadi DPO kami," tegas mantan Kapolsek Karangpilang ini.

Sementara itu, dari hasil penangkapan ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah tas warna coklat yang berisikan KTP korban, dan uang tunai senilai Rp 69 ribu. Atas perbuatannya, petugas akan menjeratnya dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang ancama hukumannya 9 tahun penjara.zain