Perwira yang Tembak Mati 2 Begal, Kena Mutasi

SURABAYA (Realita) - Masih ingat penangkapan dua penjahat jalanan (Begal) yang dilumpuhkan dengan tembakan terukur (tembak mati) di Jalan Raya Satelit pada 16 April 2016 lalu?

Ya, anggota dari Unit Jatanras Polrestabes Surabaya saat itu telah menangkap dua pelaku yang melakukan perampasan motor (begal) dikawasan jalan Dukuh Kupang.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Ade Waroka ikut menangkap para pelaku itu. Tapi, sebentar lagi Ade harus meninggalkan jabatan yang telah diembannya sekitar setahun itu.

Nama perwira ini tercantum dalam Telegram Rahasia (TR) nomor ST/466/VIII/2016/BAKSUMDA Tertanggal 11 Agustus 2016.

Dalam TR ini Ade dimutasi menjadi Kanitreskrim Polsek Wonokromo. Ade tukar posisi dengan Kanitreskrim Polsek Wonokromo, yaitu AKP Agung Widiyoko.

Ade mengaku sudah mendengar informasi terkait mutasi perwira pertama (pama) tersebut. Sebagai perwira, mantan atlet judo ini siap menempati posisi apapun.

"Mutasi jabatan dalam satu organisasi itu biasa. Mutasi tergantung kebutuhan organisasi," kata Ade, Sabtu (13/8/2016).

Dalam mutasi tersebut, bukan hanya Ade dan Agung yang tukar posisi. Beberapa perwira lain juga saling tukar posisi. Seperti Kanitreskrim Polsek Sawahan, AKP M Yasin.

Mantan Kanitidik Satreskroba Polrestabes Surabaya ini dimutasi menjadi Kanitreskrim Polsek Mulyorejo. Sedangkan AKP Nanang Efendi yang sekarang menjadi Kanitreskrim Polsek Mulyorejo bergeser ke Polsek Sawahan menjadi Kanitreskrim.

Senada dengan Ade, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar mengatakan pimpinan sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum menggelar mutasi.

Selain kebutuhan organisasi, pergeseran jabatan ini untuk menambah pengalaman bagi perwira yang kena mutasi. "Polisi itu tidak monoton di fungsi serse, atau fungsi lalu lintas saja. Mereka harus siap ditempatkan di fungsi lain," terangnya.zain