Peserta Jalan Kaki Ciamas Alami Capek dan Pegal Mendapat pengobatan Alternatif

BANDUNG (Realita) - Tak mudah berjalan kaki dengan rute amat jauh seperti yang dilakukan dalam aksi jalan kaki dari Ciamis ke Jakarta. Guna membantu para peserta yang mengalami luka dan kelelahan, ternyata ada ahli pengobatan tradisional yang ikut serta dalam aksi.

Salah satunya Suhendar, yang mampu melakukan pengobatan alternatif berupa totok aura. Ia mengatakan lewat pengobatannya mampu menyembuhakan luka-luka yang terdapat pada bagian kaki akibat berjalan jauh. Menurutnya, luka para peserta aksi mayoritas lecet, lebam dan robek di bagian telapak kaki.

"Saya bisa pengobatan totok aura diajari oleh kakek turun temurun, kali ini saya sengaja turun membantu yang jalan kaki pasti banyak yang luka," katanya.

Suhendar menyebut aksinya sebagai bentuk perjuangannya membantu peserta. Sebab lewat keahliannya inilah, ia bisa membantu sesama. Sebelumnya, ia mengaku ikut membantu peserta aksi 4 November lalu.

"Ini momentum bagi saya secara sukarela menolong orang lain, inilah jihad saya dengan bantu peserta aksi," ucapnya.

Metode penyembuhan ala totok aura Suhendar menggunakan es batu, air, garam dan minuman berkarbonasi yang dicampurkan dalam ember. Nantinya, peserta aksi cukup mencelupkan kakinya ke dalam ember. Setelah beberapa menit, reaksi pun mulai muncul.

Tak sedikit dari peserta yang berteriak ketika mencoba pengobatan ini. Salah satunya Kakang Prabu Wijaya, yang menderita pegal-pegal pada kakinya. "Ini kaki saya sakit dan pegal semua, alhamdulilah abis gunakan terapi ini jadi mendingan sudah tidak begitu sakit, jadi bisa kuat jalan lagi," ujarnya.

Diketahui, tuntutan sekitar tiga ribu massa yang tengah bergerak adalah supaya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka. Nantinya mereka pun berencana bergabung dalam aksi bela Islam jilid III pada 2 Desember mendatang. Hingga siang ini, rombongan massa telah melalui wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung. rep/y