Polda Jatim Sapu Bersih Camat Korupsi Dana Desa

SURABAYA (Realita) - Kasus dugaan pungutan liar (Pungli) Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Rp1,5 miliar di Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur yang melibatkan Camat Kedundung, JA, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kedungdung, KH dan telah ditetapkan menjadi terangka, masih terus dikembangkan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.
Polisi saat ini tengah membidik kecamatan lain di luar Kedundung yang diduga juga terjadi penyelewengan DD dan ADD. Bahkan, ada nama calon tersangka sudah dikantongi penyidik.
Kabid Humas Poda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. "Iya, penyidik saat ini tengah bekerja. Sudah ada nama setingkat camat seperti Camat di Kedundung. Akan segera dirilis," kata Barung, Rabu (11/1/2017).
JA dan KH, keduanya ditetapkan tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di halaman kantor Bank Jatim cabang Sampang pada Senin sore, 5 Desember 2016.
Mulanya, ada tujuh orang dan uang total Rp1,5 miliar diamankan dalam operasi itu. Namun, baru dua orang jadi tersangka. Hasil pemeriksaan menyebutkan, Potongan dana desa dan ADD di Kecamatan Kedungdung terbilang besar. Rata-rata ADD dan DD dipotong lima puluh persen per desa, dari total bantuan yang seharusnya diterima.
Di Desa Kramat, misalnya. Dari total Rp118,6 juta, setelah dipotong sampai ke desa hanya Rp65 juta. Bahkan, di Desa Nyeloh potongan dana lebih dari lima puluh persen. Desa itu hanya menerima Rp21,2 juta dari nilai seharusnya Rp139,3 juta.
Polisi curiga pungli dana desa dan ADD tidak hanya terjadi di satu kecamatan, tapi merata di banyak kecamatan di Kabupaten Sampang. Polisi menyebut pungli seperti itu berjalan secara sistematis. "Pungli ADD pasti melibatkan banyak orang," pungkas Barung.ali