Prostitusi Online Jaringan Semarang, Dibongkar di Surabaya

SURABAYA (Realita) - Bisnis prostitusi online lintas provinsi dibongkar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tiga orang pekerja seks komersial (PSK) dan seorang mucikari berhasil diamankan saat transaksi di Hotel kawasan Kedungsari Surabaya, Selasa (20/12/2016) malam.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, bahwa tersangka merupakan mucikari jaringan Semarang. Kedatangan tersangka dan tiga Pekerja Seks Komersial (PSK) ke Surabaya ini, yaitu dalam konteks akan melayani pelanggan.

"Tersangka ini menawarkan tiga korban melalui medsos Facebook. Baik itu pribadi maupun grup. Sementara untuk pelanggannya, bisa memilih orang dengan persyaratan tertentu dengan transaksi di hotel," ujarnya, Rabu (21/12/2016).

Dari penggerebekan ini, polisi telah mengamankan uang Rp500 ribu, sejumlah kondom, dan mobil Xenia yang digunakan tersangka menjalankan bisnis trafficking di Surabaya.

Sementara itu, Agus Kristiyanto alias Rizal (39), seorang tersangka yang menjadi mucikari mengaku telah menjalankan bisnis prostitusinya ini sudah selama 8 bulan. Dia diketahui mengendalikan prostitusi itu melalui beberapa grup di Facebook. Dia biasanya menjalankan bisnis ini di daerah Semarang Jawa Tengah.

Agus mengaku, kehadirannya di Surabaya ini hanyalah untuk liburan. Namun, tiga orang PSK yang dia kenal juga kebetulan sedang berada di Surabaya. Nah, dengan akun Facebooknya, kemudian Agus menawarkan tiga orang PSK kenalannya di grup Facebook tempat berkumpulnya itu ke para pelanggan.

"Saya upload fotonya di grup Facebook dan saya tawarkan Rp700 ribu. Yang tertarik bisa menghubungi lewat PIN BB saya," ungkapnya di depan polisi. Sementara saat tertangkap, Agus memang tengah mengantarkan ketiga PSK itu sampai ke kamar hotel. Dan untuk tarif PSK yang dipatok oleh Agus, yakni sebesar Rp700 ribu. Dari tarif itu, Agus diketahui mendapatkan Rp200 ribu.zain