PT Asterindo Diduga Cemari Lingkungan, Warga Tandes Marah!

Menyikapi permintaan warga itu, Kalla hanya bisa menjawa diplomatis. Ia bilang bahwa dirinya akan menyampaikan uneg-uneg warga pada pimpinannya. “Ya nanti saya sampaikan ke pimpinan saya,” ucap Kalla .

Mendengar jawaban Kalla, warga tak puas. Warga meminta agar Kalla langsung menghadirkan bos-nya untuk menghadapi warga.  “Kalau perlu, bos mu suruh ke sini,hadapi warga, biar tahu keadaan di lapangan yang dialami warga,” ungkap Herry lagi yang diamini warga lainya.

Lucunya, saat pertemuan digelar hingga pukul 21.30 WIB, Kalla mendengar sendiri bagaimana kebisingan yang ditimbulkan dari pembangunan pabrik berlangsung hingga malam hari. Dan Kalla merasakan apa yang dialami warga. “Iya ya, sangat bising, sampai jam segini,” ucap Kalla ditirukan salah satu warga.

Sebagai tindak lanjut  dari pertemuan hari Senin itu, di hari Selasa (10/1/2017), atas permintaan PT Asterindo, Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Surabaya , meninjau ke lokasi pabrik. Berdasarkan berita acara milik Dinas Lingkungan Hidup, bahwa kebisingan yang ditimbulkan oleh pembangunan pabrik plastik itu melampaui batas wajar.  Namun ketika warga mendesak soal dampak lingkungan yang lain (seperti pencemaran dan tembok rumah warga yang retak-retak), petugas Dinas Lingkuhan Hidup enggan berkomentar banyak dan bahkan cenderng cuci tangan.

“Kami hanya tahu kalau kebisingannya memang melebihi batas, nanti kami pertimbangkan beri sanksi, mungkin sanksi administrasi. Soal dampak yang lain, itu urusan Dinas Cipta Karya,” tegas dua staf Dinas Lingkungan Hidup yang bernama Johan dan Sapto.

Jawaban dari pihak pemerintah ini tentu saja membuat warga tak puas. “Kok begitu saja hasilnya, remeh banget,” gerutu salah satu warga yang ikut memantau proses sidak. tim