Ratusan Warga Kota Madiun Masih Buta Aksara

MADIUN (Realita) - Pesatnya pembangunan di Kota Madiun, ternyata tidak diimbangi dengan pendidikan bagi warganya. Terbukti, ratusan warga di Kota Madiun tercatat masih buta aksara.

Kabid Pendidikan Non Formal (PNF), Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudmudora), Kota Madiun, Joko Purwito mengaku, saat ini terdapat lebih dari 300 warga di Kota Madiun berusia diatas produktif atau lebih dari 40 tahun mengalami buta aksara.

"Secara statistik angka buta aksara di Kota Madiun itu ada 300 orang. Mayoritas usianya diatas usia produktif. Kalau pembelajaran kan rata-rata untuk usia 15 sampai 45 tahun. Sementara untuk pembelajaran usia diatas usia produktif kan nggak ada,"katanya.

Untuk mengurangi angka buta aksara, Dikbudmudora berupaya menyelenggarakan program kejar paket keaksaraan, karena masyarakat yang menyandang buta aksara mayoritas berusia lanjut. Pihanya mengaku kesulitan, sebab tidak ada kegiatan pembelajaran bagi warga diatas usia produktif. "Jadi kan sudah nggak masuk ranah dididik lagi, toh kalau didik pun juga percuma karena nggak akan produktif,”ujarnya.

Sementara itu, mengenai Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-50 se-Jawa Timur yang rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan HUT PGRI se-Jawa Timur di Pandaan Mojokerto, November mendatang, Pemkot Madiun bakal mengirimkan peserta dari pusat kegiatan belajar mengajar untuk mengikuti pameran pembangunan dalam bidang PNF maupun pameran hasil kursus kecantikan.

"Nggak ada persiapan khusus untuk memperingati HAI, kalau Kota Madiun sendiri biasanya hanya mengelar upacara saja,”paparnya. (paw)