Ratusan Warga Medali Bubarkan Rapat Soal Pabrik Karet

MOJOKERTO (Realita) - Rapat yang diikuti segelintir warga soal pabrik karet PT Bumi Nusa Makmur (BNM) di kediaman Budi Mulya, Sekretaris Komis C DPRD Kabupaten Mojokerto, dibubarkan ratusan warga Desa Medali. Mereka menganggap, rapat illegal itu justru memperkeruh suasana yang tenang menjadi panas pasca keluarnya SK Bupati tentang penjabutan ijin HO BNM.

Warga yang berjumlah 300 lebih itu, datang tiba-tiba di rumah Budi Mulya, di Dusun Subontoro, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto sekitar pukul 20.00 WIB, setelah mereka mendapat kabar jika ada rapat lanjutan dari pertemuan 12 warga di Koramil Puri, Sabtu (10/12/2016) lalu.

Dengan mengendarai ratusan sepeda motor, massa menuju rumah Budi Mulya. Kontan saja, rapat terselubung itu diduga kuat untuk mencari dukungan warga meski dengan alasan pembahasan CSR, agar pabrik karet BNM tetap beroperasi. Sebab, dua kali pertemuan serupa difasilitasi Budi Mulya, Sekretaris Komisi C dan Kuasa Hukum BNM, Jesicha Yeni Susanti. Seperti diketahui, pertemuan pertama digelar di Trowulan, yang kedua di Koramil Puri, dan ketiga di rumah pribadi Budi Mulya.

Namun, pertemuan ketiga belum dimulai, ratusan warga Desa Medali mendadak mendatangi pertemuan tersebut dan membubarkannya. Beruntung, aksi geruduk warga itu sudah dimonitor aparat kepolisian. Kapolsek Puri AKP Airlangga beserta anggotanya berada di tengah-tengah massa untuk meredam kemarahan warga. Satu per satu peserta rapat meninggalkan tempat pertemuan.

Ghofur, salah satu warga Medali mengatakan jika rapat yang difasilitasi Budi Mulya mengakibatkan ratusan warga Medali marah. Apalagi, rapat yang dihadiri 15 orang itu bukan dari unsur perangkat desa, tokoh agama maupun pemuda Medali. Dari 15 warga itu, empat di antaranya merupakan warga Medali masing-masing Faizin, Ansoru, Sueb alias Cemek dan Kasenan.