Rawan Ricuh, Eksekusi Pasar Bluru Lama Ditunda

SIDOARJO (Realita)- Eksekusi Pasar lama Bluru Kidul Kota Sidoarjo Rabu (11/3/2015) siang tadi akhirnya ditunda. Keputusan tersebut dilakukan oleh Puskopkar Jatim selaku pemilik lahan yang mengetetahui kondisi di lapangan rawan terjadi kericuhan.

Sementara, Pihak Puskopkar tetap ngotot dengan memasang papan pemberitahuan yang menerangkan tanah yang ditempati pasar lama tersebut milik Puskopkar Jatim. “Lahan itu milik Puskopkar Jatim. Bahkan bukti kepemilikan sertifikat juga atas nama Puskopkar,” terang Tri Harsono, ketua Puskopkar Jatim, Rabu (11/3/15).

Menurut Tri, pihak Puskopkar Jatim akan membangun lahan tersebut sesuai site plan yang sudah ditandatangani pemkab Sidoarjo. “Ini bukti sertifikat kepemilikan tanah kami dan ini set plaintnya yang sudah ditandatangani Bupati Sidoarjo,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Sukarman, Wakil Paguyuban Pasar Makmur Jaya (Pasar Bluru Lama) menyebutkan, pedagang masih belum sepakat dengan pembangunan dan relokasi pedagang Pasar Bluru lama.

Alasannya, keberadaan Pasar Bluru lama itu berdiri sejak tahun 1993 di lahan fasum Perumahan Bluru Permai. Bahkan menurutnya, Puskopkar pun dilarang melakukan kegiatan sebelum fasum perumahan tersebut disertipikatkan ke BPN.

“Sebab, pedagang sampai kapan pun akan tetap menolak relokasi tersebut, sebelum pihak Puskopkar melegalkan hak atas tanah dan keperuntukan fasum tersebut,” papar dia.

Jika Puskopkar tetap memaksakan kehendak, lanjur Sukarman, maka akan sangat rawan terjadi kericuhan. “Bila dipaksakan ya pasti akan rawan terjadi bentrok dan kerusuhan,” ujarnya sembari menambahkan dirinya sudah dapat informasi bila eksekusi itu ditunda.dec