Razia Cofee Beer Zone, Polisi Sita Ribuan Mihol Ilegal

SURABAYA (Realita) - Satreskrim Polrestabes Surabaya terus menggalakkan razia jelang ramadhan. Setelah kemarin, Senin (8/5/2017) sore Unit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) merazia empat toko penjual miras ilegal di eks lokalisasi Dolly jalan Jarak, Surabaya dan berhasil menyita ratusan minuman keras berbagai merek.
Malamnya, mereka kemudian melanjutkan razia tersebut ke sebuah tempat Cofee Beer Zone jalan Royal Pearl 2, Citraland Surabaya. Namun, malam itu yang diterjunkan adalah Tim Satgas Pangan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polrestabes Surabaya.
Razia yang dipimpin Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno itu, kemudian mulai merazia tempat tersebut sekitar pukul 23.00 Wib. Mereka langsung menyebar ke sudut-sudut cafe untuk mencari tempat yang diduga sebagai penyimpanan mihol (minuman beralkohol).
Setelah hampir 30 menit menyisir didalam Cofee Beer Zone, tanpa diduga Polisi berhasil mengamankan ribuan botol mihol golongan B yang diperjualbelikan tidak memenuhi standarisasi. Yakni tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB). Mendapati itu, korps seragam cokelat akhirnya terus menyisir tempat tersebut hingga Selasa (9/5) dini hari.
"Kami berhasil mengamankan 4.355 botol mihol berbagai merek, 22 bungkus smoothies, dan juga bungkus cokelat yang diperdagangkan tanpa memiliki izin edar, yakni (SIUP MB)," kata Bayu, Selasa (9/5/2017).
Bayu menjelaskan, SIUP MB tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142 jo 691 (1) UU No. 18/2012 tentang Pangan dan atau Pasal 62 (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 60 Perda No.1/2010 tentang Penyelenggaraan Usaha di Bidang Perdagangan dan Perindustrian.
"Razia seperti ini akan terus kami lakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Tujuannya, agar kota Surabaya tetap kondusif dari tindak kejahatan. Sebab, miras sendiri bisa berpotensi memicu aksi kejahatan atau premanisme. Makanya, kami berusaha meminimalisasi hal tersebut," terang polisi dengan satu melati dipundak tersebut.
Sedangkan untuk penjual miras, lanjut Bayu, pihaknya akan menindak mereka dengan pasal Tipiring. Bukan hanya itu, mereka juga akan dikenakan wajib lapor setiap hari Senin-Kamis. "Selanjutnya, untuk botol mihol berbagai merek seperti Saporo, erdinger, corona, paulaner, erdinger dll yang berhasil kami sita tersebut, akan kami musnahkan," tandas Bayu.zain