Red Bull Siap Kembali ke Puncak

kemungkinan besar Red Bull akan mendapatkan keuntungan lebih ketimbang tim lain. Regulasi baru Formula 1 musim depan diharapkan memberi warna berbeda pada kompetisi yang sejak tiga tahun terakhir didominasi Mercedes. Jika menilik peraturan anyar, dimana aerodinamika menjadi sasaran utama.

Pendapat itu langsung diamini bintang Red Bull-TAG Heuer Daniel Ricciardo. Dia mengaku berada di tim yang tepat untuk mengejar gelar juara dunia tahun depan dengan mobil baru RB13. ''Aku juga yakin dengan itu (Red Bull lebih banyak mendapat keuntungan),'' terangnya kepada ESPN.

''Jika Anda orang yang senang bertaruh, anda akan mengatakan “mengapa Mercedes tidak bisa menang lagi?” Tapi jujur, aku yakin (Red Bull) adalah tim yang lebih baik (musim depan),'' terusnya.

Red Bull dikenal dengan tim dengan mobil yang memiliki keuntungan aerodinamika. Chassis-nya adalah yang terbaik di antara mobil F1 yang ada di grid. Empat musim beruntun 2010-2013 Red Bull tak terkalahkan dengan mobil yang rancangan sang maestro desainer mobil F1 Adrian Newey.

Newey telah memenangi gelar juara dengan tiga tim berbeda, Williams, McLaren, dan Red Bull. Di Williams, bersama Patrick Head dia memenangi lima gelar dan satu lainnya bersama McLaren. Kemudian dia bergabung denga Red Bull pada 2006 dimana bersama Christian Horner dan Sebastian Vettel merengkuh empat gelar.

Newey mangaku mobil Red Bull 2016, RB12 adalah rancangan terbaik yang pernah dia buat. ''Memang, mobil tersebut belum bisa mengalahkan Mercedes tapi dari segi chassis RB12 adalah yang terbaik,'' ujar Newey awal musim ini.

Terbukti dengan menggunakan mesin Renault yang di-branding TAG Heuer Red Bull menjadi satu-satunya tim yang mampu mencuri kemenangan dua kali di tengah dominasi Mercedes. Bandingkan dengan tim pabrikan Renault sebagai sang pemasok mesin.

Andai Mercedes mengijinkan Red Bull menggunakan mesinnya musim ini setelah Red Bull sempat pecah kongsi dengan Renault, bisa jadi dominasi tim Silver Arrows tak “keterlaluan” seperti saat ini. Baik Mercedes dan Ferrari menolak memberikan mesinnya kepada Red Bull karena mereka percaya itu sama saja “bunuh diri”.

Ricciardo percaya dengan perkembangan positif performa mesin Renault sepanjang paruh kedua musim 2016, akan membawa kemajuan pesat tahun depan. ''Tentu jika dibandingkan dengan Mercedes, anda tahu mereka akan cepat, tapi mungkin mereka sedang ada dalam situasi dimana mereka sedang berpuas hati (karena prestasi tiga musim terakhir), dan kami justru sebaliknya. Kami akan habis-habisan memburu juara,'' tandasnya.

Ricciardo bergabung dengan Red Bull pada 2014, tahun dimana dominasi tim yang bermarkas di Milton Keynes, Inggris tersebut sudah berakhir. Tapi setelah bekerja bersama tim selama tiga tahun, pembalap Australia itu percaya kini posisi Red Bull sudah kembali ke puncak.

''Oke, kami telah melakukan pekerjaan hebat tahun ini tapi “tidak” kami ingin kembali ke puncak dan mengalahkannya Mercedes!,'' ujarnya.

Kelemahan terbesar Red Bull sejak 2014 terletak pada mesin Renault. Musim depan tantangannya bisa jadi lebih besar karena dengan regulasi baru mesin harus mampu menerima beban mobil dengan sayap lebih lebar dan ban lebih besar. Tapi dengan kemajuan besar yang didapat Renault pada musim 2016 ini, Ricciardo percaya pabrikan Prancis tersebut mampu mengatasi tantangan itu dengan baik.

''Tentu, kita tahu dengan tambahan downforce kita akan membutuhkan power mesin lebih besar. Jika kami tetap pada power mesin yang lama mobil mesin akan kelebihan bebas dan kami tidak akan bisa sangat dekat dengan tim rival seperti yang kami inginkan. Jadi saat ini perkembangannya positif karena mereka (Renault) bekerja siang dan malam untuk memperbaiki performa mesin mereka,'' tandasnya.

Ricciardo mengaku tidak tahu apa yang akan dilakukan Ferrari dan Mercedes, namun Renault sudah pasti tidak akan jauh. krs