RPK Kupang Tahun 2016, Ada 327 Kasus KDRT

NTT (Realita) - Catatan tahunan Rumah Perempuan (RPK) Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, di di sepanjang tahun 2016, ada 327 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih mendominasi tindak kekerasan terhadap perempuan di NTT.
 
Direktris Rumah Perempuan Kupang (RPK), Libby Ratuarat Sinlaeloe, ketika dikonfirmasi Minggu (25/12/2016) mengatakan, sepanjang tahun 2016 data pendampingan yang dilakukan oleh Rumah Perempuan Kupang menunjuk bahwa tindak kekerasan perempuan dan anak yang ditangani oleh Divisi Pendampingan dan Advokasi Korban RPK ada sebanyak 327 kasus.
 
“Kasus itu terdiri dari kekerasan rumah tangga suami istri, kekerasan seksual, ingkar janji menikah,  penganiayaan anak dan kasus trafficking, ini sangat membutuhkan perlindungan khusus,” tandasnya.
 
Menurut Libby, dari kasus yang terjadi menunjukan bahwa perempuan merupakan kelompok paling rentan dalam tindak kekerasan di republik ini. Namun Rumah Perempuan Kupang terus melakukan upaya dan strategis dalam melakukan penanganan terhadap perempuan dan anak.
 
“Jadi dalam penanganan pencegahan kasus kekerasan, kami selaku RPK tidak hanya melakukan pendampingan Advokasi saja, tetapi kami gencar dengan melakukan kegiatan kampanye untuk menyadarkan masyarakat agar tidak lagi terjadi tindak kekerasan,” ungkapnya.
 
Tambahnya, kampanye yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan penyebaran informasi strategis yang digunakan oleh RPK guna meningkatkan informasi bagi masyarakat NTT sehingga merubah pola berpikir dan perilaku.bud