Sebelum Tewas Tenggelam, Risky Minta Dibelikan Buku

SURABAYA (Realita)- Rusmiadi, paman almarhum Risky Nurhabib, santi Ponpes Langitan Tuban terlihat tegar saat menerima jenazah keponakannya di kamar jenazah RSUD Dr Soetomo tadi pagi Minggu (9/10). Dia mengaku bahwa keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum tersebut. ”Pihak keluarga sudah ikhlas,” katanya.

Menurut dia, tidak ada firasat apapun yang menandakan kalau keponakannya itu akan pergi selama-selamanya. Bahkan, seminggu lalu, Risky mengaku mengontak ayah korban meminta agar dibelikan buku untuk keperluan sekolah. Risky sendiri nyantri di Ponpes Langitan, Tuban sudah baru tiga bulan. ”Kontak terakhir seminggu yang lalu minta dibelikan buku,” tegasnya.

Rencananya, setelah sampai di kampung halaman, jenazah Risky akan dimakamkan di desa Cinta Raya Percutsetuan, kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Selama ini, Rusmiadi mengenang bahwa almarhum adalah anak yang taat dan berbakti kepada orang tua. Korban selama ini juga dikenal pendiam. ”Kalau selama ini memang anaknya pendiam,” tandasnya.

Sekadar diketahhui, tim SAR telah menemukan seluruhnya tujuh jenazah santri Pondok Pesantren Langitan Tuban, korban perahu tenggelam di Bengawan Solo. Enam jenazah di antaranya telah dipulangkan ke rumah duka masing-masing.

Gus Ipul mengapresiasi kerja keras semua pihak yang ikut terlibat dalam penanganan musibah ini. Serta rasa hormat kepada pengasuh dan keluarga besar Pondok Pesantren Langitan, yang memfasilitasi dan bekerjasama dengan Tim SAR gabungan seperti BPBD Jatim, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, serta TNI dan seluruh jajaran kepolisian.

"Terima kasih juga kepada jajaran POLDA Jatim dan Kodam V/Brawijaya serta segenap relawan yg tidak bisa disebut satu-persatu. Kerjasama yang baik itulah menghasilkan satu upaya yang terukur, solid dengan hasil yang baik," pungkasnya.

Sekadar diketahui, perahu kayu yang ditumpangi 25 Santri Ponpes Langitan tenggelam ketika tengah menyeberangi Sungai Bengawan Solo, Jumat 7 Oktober 2016. Puluhan santri ini berencananya akan ke Pasar Babat untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Namun di tengah sungai yang arusnya cukup deras itu mendadak bagian depan perahu tenggelam.pras

Berikut Ini Daftar Korban Tewas:

1. Abdullah Umar (12), Kec. Bedilan, Kab. Gresik, Jatim.

2. M. Barikly Amry (12), Desa Leran, Kec. Manyar, Kab. Gresik, Jatim.

3. M. Lujaini Dani (13), Desa Ganden, Kec. Manyar, Kab. Gresik, Jatim.

4. Muhsin (16), Kel. Pacar Kembang, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya, Jatim.

5. M. Arif Mambruri (18), Desa Ngampal, Kec. Sumberejo, Kab. Bojonegoro, Jatim.

6. M. Afiq Fadlil (19), Desa Bulakparen, Kec. Bulukamba, Kab. Brebes, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

7 Risky Nurhabib Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara