Sidang Pembunuhan di Diskotik Stasion, Ditunda

SURABAYA (Realita) - Sidang kasus pembunuhan di diskotik Stasion dengan terdakwa Chalid Al Gasy, ditunda. Lantaran saksi tidak hadir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (17/4/2017).

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejaksaan Negeri Surabaya, tiga saksi yang seharusnya memberikan keterangan, tidak dapat hadir. Karena adanya kegiatan dan tugas kantor. 

"Memang hari ini ditunda, karena saksi sudah memberi tahu tidak dapat hadir," terangnya singkat.

Dijelaskan dalam dakwaan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan seperti yang diatur dalam undang-undang dan dikwa dengan pasal 338 KUHP jo pasal 351 ayat (3) KUHP. Terdakwa Senin, 30 Januari 2017 jam 03.30 Wib di Diskotek Station Surabaya, saat itu terdakwa sedang berjoget di Diskotik Station, Plaza Tunjungan 2, Lantai 6, Surabaya, pada saat sedang berjoget Terdakwa kemudian bersenggolan dengan korban Mustofa.

Karena dalam pengaruh minuman keras maka kemudian terjadi perselisihan antara terdakwa dengan korban sehingga korban kemudian memukul terdakwa. Karena mengalami pemukulan maka Terdakwa menjadi emosi dan mencabut gesper sabuk berbentuk pisau yang dikenakannya dan menusukkan dengan mengarahkan ke bagian dada sebelah kanan korban.

Setelah mengalami penusukan maka Mustofa kemudian kembali membalas dengan memukul Terdakwa sehingga Terdakwa kemudian menusukkan kembali gesper sabuk berbentuk pisau dengan mengarahkan pada bagian perut korban.

Setelah mengalami penusukan korban berusaha mengejar terdakwa sehingga terdakwa kemudian diamankan oleh security Diskotik Station, sedangkan korban yang mengalami luka tusuk dibawa ke Rumah Sakit Adi Husada, Jalan Undaan, Surabaya.ys