Sidang Super Cepat , Tanpa Baca Surat Dakwaan Terdakwa Diadili

SURABAYA (Realita) - Kejanggalan dalam persidangan dialami Sri Rahayu Septianingsih, terdakwa kasus penggelapan saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (27/10/2016).

Terdakwa Sri Rahayu yang sejatinya menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, ternyata menjalani sidang dengan cara yang berbeda dengan terdakwa lainnya. Dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Putu Karmawan tidak membacakan sama sekali surat dakwaan atas terdakwa Sri Rahayu.

Kejanggalan kasus tersebut berawal saat jaksa Karmawan diminta ketua majelis hakim Jihad Arkhanudin menghadirkan Sri Rahayu untuk didudukkan di kursi terdakwa. Setelah Sri Rahayu duduk di kursi terdakwa, hakim Jihad langsung memeriksa identitas Sri Rahayu. "Benar ya nama Sri Rahayu Setyaningsih?" tanya hakim Jihad lantas dijawab anggukan kepala oleh Sri Rahayu.

Usai memeriksa identitas, hakim Jihad bertanya kepada Sri Rahayu apakah dalam kasus ini dirinya didampingi penasehat hukum atau tidak. Sri Rahayu yang tampak bingung atas pertanyaan tersebut, langsung dikedipi mata okeh jaksa Karmawan. "Sendiri tanpa penasehat hukum," bisik jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya itu kepada Sri Rahayu dengan nada lirih.

Hakim pun lantas mengetuk palu sebagai pertanda sidang ditutup. Sri Rahayu pun menjalani persidangan perdana tanpa mendengar dan mengetahui dirinya didakwa atas kasus apa dan pasal berapa yang dijeratkan kepadanya. Usai sidang, jaksa Karmawan langsung menggelandang Sri Rahayu ke ruang tahanan.

Sementara itu saat ditemui usai sidang, jaksa Karmawan enggan banyak berkomentar atas persidangan tersebut. "Iya tadi sidangnya agenda pembacaan surat dakwaan," singkat jaksa berdarah Bali tersebut.ys