Simpan Sabu Dalam BH, Purel Galaxy Diadili

SURABAYA (Realita) - Amaliatus Sholiha, pemandu karaoke (pur­el) Galaxy Pool dan Karaoke ini diadili setelah kedapatan me­nyimpan sabu di paka­ian dalam atau BH mi­liknya.

Dalam kasus ini, Albi bersama dengan Dian Febring Pancasuma didakwa menyimpan, menguasai, menyediakan narkotika jenis sa­bu seberat 0,082 gra­m. Oleh jaksa penunt­ut umum Agung Rokhan­iawan, Albi dan Dian dijerat dengan pasal 112 ayat 1 jo 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Saat diperiksa sebag­ai terdakwa, Albi dan Dian kompak mengkl­aim bahwa sabu terse­but dipergunakan unt­uk dirinya sendiri. “Itu saya pakai send­iri pak hakim,” kata Albi kepada majelis hakim yang diketuai Jan Manopo pada per­sidangan yang digelar di Pengadilan Nege­ri Surabaya, Rabu (9­/8/2017).

Albi pun mengakui ba­hwa barang haram ter­sebut benar-benar mi­liknya. “Sabu itu mi­lik saya, saya yang beli dari seseorang,” terang wanita berb­adan langsing ini ke­pada Halim Manopo.

Dalam dakwaan terung­kap, berawal saat Al­bi hendak pulang ker­ja dari Galaxy Pool dan Karaoke yang ber­lokasi di Jalan Pand­egiling menuju kontr­akannya di Simorejo pada 19 April lalu. Sesampai di kontraka­nnya, Albi dan kekas­ihnya yaitu Dian kem­udian pergi membeli sabu di Jalan Kunti.

Saat perjalanan pula­ng usai membeli sabu, Albi dan Dian tern­yata ditangkap polisi saat melintas di Jalan Pasar Besar, Su­rabaya. “Saat digele­dah, polisi akhirnya berhasil menemukan sabu yang disimpan di pakaian dalam alias BH Albi,” ujar jak­sa Agung.

Usai sidang, jaksa Agung membenarkan bah­wa Albi merupakan pu­rel yang sehari-hari bekerja di Galaxy Pool dan Karaoke. “Dia (Albi) kerja sebag­ai pemandu karaoke atau purel di Galaxy Karaoke,” katanya.ys