Sohib, Tahanan Kabur Itu Disembunyikan Pamannya di Bangkalan

SURABAYA (Realita) - Tersangka Mochamad Sohib, tahanan dari Mapolsek Tambaksari yang kabur ternyata sebelum diringkus kembali, dia telah disembunyikan oleh pamannya sendiri,  Mustofa di Desa Alas Kembang, Burneh, Bangkalan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga. Menurutnya, jika sebelum menangkap Sohib, polisi mendapat informasi bahwa pria 31 tahun yang ngekos di kawasan Kedung Klinter Surabaya itu bersembunyi di rumah kerabatnya.
"Kami kemudian menelusuri siapa keluarganya yang ikut menyembunyikan tersangka Sohib. Dari situ, muncullah satu nama, yakni Mustofa, yang merupakan paman Sohib," terang Shinto, Kamis (20/4/2017).
Shinto dan anak buahnya lantas menyelidiki siapa Mustofa. Ternyata, Mustofa sendiri bekerja sebagai sopir lyn di Surabaya. Dan dia asli Bangkalan. Polisi kemudian menerima informasi keberadaannya di Desa Kampek, Burneh. Saat rumahnya didatangi, Pada Kamis dini hari (20/4/2017) sekitar pukul 02.30 Wib, Mustofa mengakui bahwa dirinya melindungi Sohib.
Polisi kemudian menyuruh Mustofa untuk menunjukkan di mana tempat persembunyian Sohib. Mustofa lalu mengarahkan ke sebuah rumah di mana Sohib bersembunyi. Sejumlah anggota bersenjata lengkap langsung menggerebek rumah itu. Namun, saat polisi merangsek ke dalam, Sohib mencoba melarikan diri. Di tengah kegelapan malam itulah, dia tidak menuruti perintah petugas.
Korps seragam cokelat yang sudah sempat memperingatkan dengan sekali tembakan ke udara, namun tidak digubris oleh Sohib. "Dari situlah, kami terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak betis kakinya. Kami tidak ingin dia lolos untuk yang kedua kalinya," tegas polisi asal Medan itu.
Setelah itu, bersama Sohib, Mustofa langsung digelandang ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kepada penyidik, Mustofa akhirnya mengakui perbuatannya jika telah membantu persembunyian Sohib.
Bukan hanya itu, Mustofa juga mengaku sebelum menyembunyikan keponakannya tersebut, dia juga telah memberikan uang sebesar Rp 35.000 kepada tersangka Jefry, (tahanan kabur yang lebih dulu ditangkap) untuk ongkos kabur ke Gresik.
"Akibat perbuatan Mustofa, sangat mungkin dia bakal dijerat pidana karena melindungi atau memberikan pertolongan melarikan diri tahanan kepolisian, yakni pasal 221 KUHP dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara," tandas mantan Kasatreskrim Polres Tangerang itu.
Dengan tertangkapnya Sohib dan Budi, total sudah ada lima orang yang dibekuk. Sebelumnya polisi sudah mengamankan Ryan Dwi Saputra, Fadilla Arfan, dan Jefry Margaputra. Dua orang lainnya yakni Salman dan Saiful Haq sampai saat ini masih diburu.zain