Suap Brotoseno, Mabes Polri Periksa Dahlan Iskan

SURABAYA (Realita) - Penyidik Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI (Bareskrim Mabes Polri) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan (DI) pada Jumat (16/12) ini di Mapolda Jatim. Dahlan diperiksa terkait kasus dugaan suap pada AKBP Brotoseno.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi mengatakan, pemeriksaan DI oleh Bareskrim Mabes Polri, Polda Jatim hanya sebagai fasilitator untuk tempat pemeriksaan kasus dugaan suap AKBP Brotoseno. Perihal pemeriksaannya, lanjut Frans, semuanya wewenang ada di penyidik Mabes Polri.

“Kami (Polda Jatim) hanya memfasilitasi tempat untuk pemeriksaan yang dilakukan penyidik Mabes Polri. Terkait materi pemeriksaan, yang berhak menjelaskan hanya tim dari Mabes Polri,” tegas mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan.

Pada kasus itu, uang ini diduga diberikan pengacara berinisial HR dan LM terkait penanganan kasus dugaan korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat. Setelah didalami, ternyata kasus ini melibatkan perwira menengah Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Terkait pemeriksaan Dahlan di Mapolda Jatim, sebab saat ini mantan Direktur Utama PT PLN itu masih berstatus tahanan kota dalam perkara aset PT Panca Wira Usaha (PWU), BUMD Pemprov Jawa Timur.

Pihaknya mengatakan, nantinya ada lima penyidik dari Mabes Polri yang akan melakukan pemeriksaan terkait dugaan gratifikasi AKBP Brotoseno. Dia terjerat kasus suap setelah ditangkap anggota Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) beberapa waktu lalu.

“Polda Jatim dikoordinasi untuk menghadirkan saksi-saksi (untuk kasus gratifikasi AKBP Brotoseno). Sesuai rencana, pemeriksaan oleh Mabes Polri akan dilakukan Jumat besok (hari ini). Salah satunya yang diperiksa sebagai saksi yakni pak DI,” kata Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Kasus ini diungkap Tim Saber Pungli Mabes Polri pada pertengahan November lalu. Petugas menangkap tangan AKBP Brotoseno dan seorang perwira berinisial D berpangkat Komisaris Polisi di Jakarta setelah diduga menerima suap senilai Rp 1,9 miliar dari pengacara HR dan LM. Keempat orang itu kini berstatus tersangka.

Dugaan suap itu terkait penanganan kasus dugaan korupsi proyek cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat. Kasus itu ditangani Direktorat Tipikor Bareskrim Mabes Polri, yang kebetulan dikomandani AKBP Brotoseno. Nama Dahlan “tercokot” suap tersebut karena proyek cetak sawah digarap ketika Dahlan menjabat Menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dahlan dengan tegas menyangkal begitu namanya disangkut-pautkan dengan suap itu. Tapi tim pengacaranya mengakui bahwa HR adalah pengacara perusahaan media yang didirikan Dahlan, Jawa Pos Group. Kendati begitu Dahlan mengaku tak mengenal HR karena sudah lama keluar dari manajemen Jawa Pos.

“Pak Dahlan tidak kenal dengan pengacara HR, kalau ada pertanyaan seperti itu. Tapi dia (HR) orang Jawa Pos Group, pengacaranya Jawa Pos Group,” kata Riri Purbasari Dewi, anggota tim penasihat hukum Dahlan pada 18 November lalu.ali