Sudah 2 Kali, Henry Gunawan Mangkir

SURABAYA (Realita) - Pasca dinyatakan P21 alias sempurna berkas perkara penipuan dengan tersangka Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Henri J Gunawan, hingga saat ini belum dilimpahkan ke  tahap II.

Kepastian itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (10/8/2017).  "Belum, tapi secepatnya akan kami lakukan tahap II," ungkapnya.

Saat disinggung adanya pemanggilan terhadap Dirut PT Gala Bumi Persafa tersebut, Alumni Akpol tahun 2000 ini menegaskan, pihaknya telah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali. "Kami sudah melakukan dua kali pemanggilan, dan kami juga sedang upayakan secepatnya, kalau memang hari ini bisa, ya langsung kami kirim tahap II," pungkas AKBP Leonard Sinambela.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah dinyatakan sempurna (P21), Kejari Surabaya segera melimpahkan berkas kasus dugaan penipuan dan penggelapan Direktur PT Gala Bumi Perkasa, Henry J Gunawan, ke pengadilan untuk disidangkan.

Kepastian itu didapat setelah penyidik Polrestabes Surabaya berhasil memenuhi sejumlah petunjuk jaksa peneliti Kejari Surabaya. Sebelumnya, berkas tersebut sempat beberapa kali bolak-balik dalam sebulan terakhir.

Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi membenarkan sempurnanya penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan Henry J Gunawan. “Sudah lengkap,” ujarnya kepada Lensa Indonesia saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (24/7/2017) lalu.

Namun, jaksa asal Bojonegoro ini belum pastikan kapan pelimpahan tahap dua tersangka dari penyidik Sat Reskrim Polrestabes Surabaya. “Kami belum tahu kapan pastinya, silahkan dikonfirmasi langsung ke penyidiknya (Polrestabes), ” sambungnya.

Perlu diketahui, Henry J Gunawan resmi menyandang status tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan setelah Kejari Surabaya menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Polrestabes Surabaya. Dalam SPDP tersebut tertulis nama Bos PT Gala Bumi Perkasa itu sebagai tersangka kasus penipaun dan penggelapan atas laporan seorang notaris bernama Caroline.

Kasus yang menjerat Henry J Gunawan ini bermula saat notaris Caroline mempunyai seorang klien yang sedang melakukan jual beli tanah sebesar Rp 4,5 miliar. Setelah membayar ke Henry, korban tak kunjung menerima Surat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Saat korban ingin mengambil haknya, Henry J Gunawan mengaku bahwa SHGB tersebut di tangan notaris Caroline. Namun setelah dicek, Caroline mengaku bahwa SHGB tersebut telah diambil seseorang yang mengaku sebagai anak buah Henry. Kabarnya, SHGB itu ternyata dijual lagi ke orang lain oleh Bos PT Gala Bumi Perkasa itu dengan harga Rp 10 miliar.

Atas perbuatannya, notaris Caroline akhirnya melaporkan Henry ke Polrestabes Surabaya. Setelah melakukan sejumlah penyelidikan, penyidik kemudian penyidik akhirnya menetapkan Henry J Gunawan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.ys