Sunat Dana Desa, Kasie Pemberdayaan Jadi Tersangka

SURABAYA (Realita) - Direktorat Reserse kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda jatim, telah berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) di wilayah Sampang, Madura, yang dilakukan oleh laki-laki berinisial KH (50), selaku Kasi Pemberdayaan Masyarakat.

Dari tangan KH yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, polisi berhasil menyita uang tunai kurang lebih Rp 400 juta. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Barung Mangera mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya masih menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni inisial KH. Selain itu juga melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi.

"Tetapi di dalam pemeriksaan ini kan baru saksi, materi pemeriksaan baru berjalan hari ini. Nah materi perjalanan itu, bisa saja saksi menjadi tersangka, sehingga memang baru kita lakukan penahanan terhadap KH ini baru satu orang, yang lain baru saksi wajib lapor 6 orang ini," jelasnya, Rabu (7/11/2016).

Kasus yang ditangani Unit Tipikor Polda Jatim tersebut, selain menyita uang dari tersangka KH, polisi juga berhasil menyita sejumlah uang yang diperoleh dari 6 orang itu yang nilainya lebih dari Rp 1 miliar.

"Sementara kita hitung, kita berhasil menyita, ingat ya? bahwa kerugian negara itu bukan polisi yang menghitungnya, tetapi nanti kita mintakan BPKP maupun juga dari second opinion, artinya pendapat dari ahli lainnya tentang kerugian negara terhadap ADD ini," imbuhnya.

Modus operandi para pelaku adalah dengan melakukan pemotongan ADD, dan Dana Desa (DD) untuk 18 desa se-kecamatan Kedundung dengan peruntukan yang tidak sesuai peraturan penggunaan ADD dan DD, yang dilakukan oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Kedundung.

Namun hanya 10 desa yang telah dilakukan pemotongan antara lain, ADD Termin ke III dana yang dipotong untu desa Prabasan, Desa Kramat, desa Nyeloh, desa Pajeruan, desa BTP Barat, dan desa Daleman. Sedangkan DD Termin ke II, dana yang dipotong untuk desa Kedundung, desa Moktesareh, desa BTP Timur, dan desa Pelenggiyan.ali